Penutupan ini dilakukan setelah kafe tersebut mengabaikan peringatan tertulis dan pendekatan persuasif dari Pemerintah Desa (Pemdes).
Zul Rahman menjelaskan, penutupan ini didasari oleh beberapa masalah serius yang ditimbulkan kafe tersebut.
Di antaranya, maraknya pengendara mabuk yang membahayakan pengguna jalan lain, serta kebisingan musik yang mengganggu kenyamanan warga hingga larut malam.
“Kami sudah berupaya secara baik-baik, namun karena tidak ada perubahan, kami bersama masyarakat mengambil langkah tegas demi kebaikan bersama,” ujar Zul, Selasa (12/8/2025).
Temukan Pekerja di Bawah Umur
Saat penggerebekan, petugas menemukan fakta yang lebih mengejutkan.
Namun, ia menegaskan, aktivitas tersebut dilakukan di luar lokasi kafe, bukan di dalam area tersebut.
Demi Keamanan dan Generasi Muda
Penggerebekan yang berlangsung tanpa tindakan anarkis ini menutup total seluruh kegiatan di lokasi.
Pemdes Sukadana mengimbau agar kafe tersebut menghentikan seluruh aktivitas hiburan dan penjualan minuman keras demi keamanan dan kenyamanan warga.
“Ini demi keamanan, kenyamanan, dan masa depan generasi kita. Terima kasih kepada warga yang mendukung,” tutupnya.
Ia juga berharap TNI, Polri, dan Satpol PP ikut mendukung langkah Pemdes Sukadana untuk menjaga ketertiban dan melindungi generasi muda. (May)
Sasamboinside.com - Sejumlah warga Desa Labulia, Lombok Tengah, menyoroti proses pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)…
Sasamboinside.com - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024…
Sasamboinside.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam menyelamatkan aset-aset negara dan…
Sasamboinside.com – Admin perangkat daerah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berita di Ruang Rapat Inspektorat…
Sasamboinside.com – Antusiasme warga terlihat jelas saat Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok…
Sasamboinside.com - Dua pengedar sabu di Kabupaten Lombok Tengah akhirnya digulung aparat Sat Resnarkoba Polres…