Berita

Pemilihan BPD Desa Labulia Diduga “Main Senyap”, Warga Merasa Dikibuli

Sasamboinside.com – Sejumlah warga Desa Labulia, Lombok Tengah, menyoroti proses pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai tidak transparan dan minim sosialisasi.

Mereka mengaku belum mendapatkan informasi jelas terkait jadwal dan teknis pelaksanaan pemilihan calon anggota BPD.

“Sosialisasi kepada masyarakat sangat minim. Banyak warga yang baru mengetahui tahapan pemilihan setelah prosesnya berjalan,” ujar salah seorang warga inisial LN asal Bunduduk.

Menurut warga, meski sudah ada musyawarah di tingkat desa, hasil pertemuan itu tidak disebarluaskan.

Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya upaya membatasi informasi agar calon anggota BPD dipilih sesuai keinginan pihak tertentu.

“Kalau di desa lain, tahapan pemilihan anggota BPD disosialisasikan di masing-masing wilayah atau dusun. Di Desa Labulia ini justru tidak dilakukan. Ada apa ini?” tanya LN

Warga lainnya menyebut informasi terkait tahapan pemilihan, persyaratan calon, hingga mekanisme penentuan perwakilan tidak disampaikan secara terbuka.

Panitia juga dinilai tidak memberikan penjelasan memadai soal proses seleksi dan jadwal pelaksanaan.

Keluhan serupa muncul terkait keterbukaan anggaran. Salah satu peserta rapat, Ustadz Rabe, mengaku tidak mengetahui sumber maupun jumlah anggaran kegiatan pemilihan BPD.

“Kami tidak tahu sumber dan jumlah anggarannya. Di dalam rapat tidak disampaikan,” ungkapnya.

Warga lain inisial SI menambahkan, kalaupun ada rapat atau sosialisasi, yang diundang diduga hanya kalangan tertentu.

Dari peserta yang hadir pun, tidak ada yang berani menyampaikan hasil rapat ke publik.

“Kami hanya ingin proses yang adil dan transparan karena BPD adalah representasi masyarakat desa,” ujar SI.

Warga menegaskan BPD memiliki peran penting sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan desa.

Karena itu, proses pemilihannya harus dilakukan secara demokratis, terbuka, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Saya berharap pemerintah desa dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas agar tidak menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu dalam proses tersebut,” tambah LK.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Labulia Mahjat yang dikonfirmasi memilih bungkam dan belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Kapolresta Loteng Sebut Bukti Belum Kuat, Pengacara Gobres Klaim 2 Alat Bukti Sudah Terpenuhi

Sasamboinside.com - Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol. Hariyanto memberikan tanggapan terkait pemberitaan media online Sasamboinside.com…

10 jam ago

Motor Honda CRF Raib Digondol Maling di Parkiran Bazar Mandalika Kuta Lombok

Sasamboinside.com – Satu unit sepeda motor Honda CRF dilaporkan hilang saat diparkir di area Bazar…

1 hari ago

Alat Bukti Disebut Cukup, Kasus Gobres Hampir Setahun Belum Ada Tersangka, Kinerja Penyidik Polsek Praya Tengah Disorot

Sasamboinside.com — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan konten kreator Heri Setiawan alias Gobres…

2 hari ago

Hari Indonesia Menabung 2026: Bank NTB Syariah Bangun Budaya Menabung untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat NTB

Sasamboinside.com — Semangat membangun budaya menabung sejak dini kembali digaungkan melalui peringatan Hari Indonesia Menabung…

2 hari ago

Watch Party MotoGP Aragon di Malang, Antusiasme Menuju MotoGP Mandalika Makin Tinggi

Sasamboinside.com – Antusiasme terhadap MotoGP terus bergulir di berbagai daerah menjelang Pertamina Grand Prix of…

2 hari ago

Catut Nama Pejabat Polda NTB, Pria Asal Lombok Utara Tipu Pengusaha dan UMKM

Sasamboinside.com – Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kepolisian kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara…

3 hari ago