Example floating
Example floating

Geger! Warga Temukan Tengkorak Manusia Terbungkus Kain Hijau Tergantung di Pohon

A-AA+A++
Sasamboinside.com – Warga Dusun Panggang, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat mendadak geger. Sebuah benda mencurigakan yang tergantung di pohon besar area perkebunan ternyata berisi tengkorak manusia.
Penemuan ini mendadak viral setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sebuah bungkusan kain berwarna hijau tua yang terikat tali hitam tergantung di dahan pohon. Saat kamera mendekat, tampak jelas bagian rahang dan gigi tengkorak manusia di dalam kain tersebut.
Kondisi jenazah yang sudah menjadi tulang belulang mengindikasikan bahwa korban sudah meninggal dunia dalam waktu yang cukup lama hingga mengalami dekomposisi total.
Tak jauh dari titik bungkusan tergantung, warga juga menemukan sejumlah barang pribadi yang diduga kuat milik korban berserakan di bawah pohon. Beberapa barang yang ditemukan antara lain satu pasang sepatu olahraga berwarna putih, tas berwarna merah dan hitam berisi beberapa helai pakaian.
Selain itu ada juga sebuah tas selempang kecil berwarna cokelat dan biru. Barang-barang pribadi lainnya seperti pengisi daya ponsel (charger), dan beberapa bungkus plastik.
Penemuan yang terjadi di area perbukitan ini segera ditangani oleh jajaran kepolisian dari Polsek Sekotong dan Polres Lombok Barat. Guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, dikonfirmasi sebagai Jani, seorang perempuan berusia 41 tahun asal Dusun Dasan Bengkel, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Korban berdomisili di Dusun Lebah Suren Desa Sekotong Tengah, Kec. Sekotong, Kab. Lombok Barat.
Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menyampaikan, penemuan ini bermula dari laporan warga yang melihat kondisi mengenaskan di area pepohonan di perbukitan Dusun Sauh.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WITA oleh seorang anak berusia 8 tahun yang tengah menggembalakan sapi di area perbukitan tersebut.
Saat melintas di bawah sebuah pohon besar yang dikenal warga sebagai pohon goak, saksi mata terkejut melihat adanya bagian tubuh manusia yang menggantung dengan kondisi terikat kain.
Ketakutan melihat pemandangan tersebut, saksi langsung berlari kembali ke perkampungan untuk memberikan informasi kepada orang tua dan warga sekitar.
Laporan ini kemudian diteruskan secara berjenjang hingga sampai ke pihak kepolisian sektor Sekotong.
“Begitu mendapatkan informasi mengenai penemuan mayat tersebut, kami segera menerjunkan Unit Reskrim beserta piket fungsi lainnya. Termasuk Tim Inafis Polres Lombok Barat, untuk melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat dikonfirmasi media.
Setibanya di lokasi kejadian pada pukul 15.10 WITA, petugas kepolisian langsung melakukan sterilisasi area. Tim Inafis Polres Lombok Barat bekerja ekstra hati-hati dalam mengumpulkan bukti-bukti fisik di sekitar tempat penemuan jenazah.
Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan tas yang berisi pakaian, sepatu, dompet, serta kartu identitas yang mengarah pada sosok Jani.
Iptu I Ketut Suriarta menjelaskan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan sudah sangat memprihatinkan.
Namun, barang-barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi menjadi petunjuk krusial dalam proses identifikasi awal.
“Di sekitar lokasi penemuan mayat, anggota kami menemukan tas yang berisi pakaian korban serta dokumen identitas atas nama Sdri. Jani. Berdasarkan KTP yang ditemukan,” jelas Kapolsek Sekotong.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram pada sore harinya untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut.
Kabar mengenai penemuan mayat ini dengan cepat menyebar hingga ke telinga warga Dusun Lebah Suren, Desa Sekotong Tengah.
Sekitar pukul 17.30 WITA, Kepala Dusun setempat bersama rombongan warga mendatangi Mapolsek Sekotong untuk memastikan identitas korban.
Salah satu warga, yang merupakan kerabat korban, meminta izin kepada petugas untuk memeriksa barang-barang yang ditemukan di lokasi.
Isak tangis kerabat pecah ketika mengenali barang-barang tersebut, seperti sepatu dan pakaian, sebagai milik saudara perempuannya.
“Pihak keluarga telah datang dan memastikan bahwa barang-barang yang kami amankan memang benar milik saudara mereka. Saat ini, kami tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku untuk memastikan penyebab kematian,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.
Sementara itu, Kasat Reskrim, Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., menjelasakan bahwa meskipun identitas telah terungkap, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.
Penyelidikan masih terus dikembangkan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk saksi pertama yang menemukan korban dan warga di lokasi penemuan.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih dititipkan di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara.
AKP Lalu Eka Arya menjelasakan bahwa, rencananya hari dilaksanakan visum terhadap korban, guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
“Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil visum dari tim medis RS Bhayangkara. Kami berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional agar penyebab kematian korban dapat segera terungkap secara terang benderang,” pungkas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H.
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait