Berita

Tak Hadiri Mediasi Diduga Jadi Motif Pelaporan Ketua LSM Gerakan Peduli Hak Rakyat NTB

Sasamboinside.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM Gerakan Peduli Hak Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Halim angkat bicara terkait pelaporan dirinya oleh warga dari Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat inisial S.

Pada Kamis, 12 Desember 2024 kemarin, Ahmad Halim dilaporkan atas tuduhan penipuan dan penggelapan di Polres Lombok Tengah.

Kuat dugaan motif dari pelaporan tersebut lantaran Ahmad Halim tidak menghadiri mediasi antara dirinya selaku pelapor penggunaan ijazah S1 palsu oknum caleg PPP dapil IV Kabupaten Lombok Tengah dengan pihak terlapor.

“Tidak menutup kemungkinan itu benar adanya (motif pelaporan). Setelah kami tidak bisa hadir (mediasi), dan juga setelah kami tidak mau mencabut laporan itu,” kata Halim di Praya, Sabtu, 14 Desember 2024.

Menurut dia, cara-cara seperti ini adalah upaya oknum untuk mengkriminalisasi dirinya lantaran enggan mencabut laporan terkait dugaan penggunaan Ijazah S1 palsu.

“Pelaporan ini adalah bagian dari konspirasi, bagian dari tak tik dan cara atau politik untuk membungkam laporan kami agar kami mencabut laporan itu,” tegasnya.

Dikatakan Halim, setelah dia tidak menghadiri mediasi, banyak desakan datang ke dirinya agar mencabut laporan tersebut. Terlebih desakan itu datang dari keluarga besarnya.

“Dan ini juga terjadi tekanan kepada keluarga besar kami agar saya cabut laporan ini setelah saya tidak mau menghadiri mediasi,” ungkapnya.

Bagi Halim, pelaporan dirinya tersebut merupakan hak setiap orang yang harus dihormati. Namun, jika tidak terbukti Halim menyebut akan melapor balik.

“Dalam hal ini kalau memang saya dianggap salah dan keliru saya siap diproses hukum, karena itu adalah hak mereka. Tapi ingat, saya ada hak disitu untuk lapor balik ketika tidak terbukti atas laporan itu,” tuturnya.

Disisi lain, menanggapi beredarnya pemberitaan terkait pencatutan nama Kapolres untuk meminta uang ke S untuk diberikan ke Kapolres guna membebaskan suami S dari tuntutan hukum seperti yang dituduhkan dengan tegas Halim membantah nya.

“Saya tidak pernah mengatasnamakan Kapolres Loteng untuk meminta uang ke S. Yang benar dirinya diminta bantuan oleh S untuk membantu mengurus agar suaminya dapat penangguhan penahanan. Dan tentu dalam melalukan upaya itu sebagai manusia biasa perlu butuh biaya operasional dan itu wajar. Saya manusia biasa bukan malaikat, tentu butuh biaya operasional dalam menyelesaikannya,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Halim berujar, selain telah melaporkan penggunaan ijazah S1 palsu oleh oknum caleg PPP dapil IV itu, tidak lama lagi pihaknya juga akan melaporkan kasus yang lebih besar.

Namun, dia tidak menyebut secara spesifik siapa yang akan dilaporkan dan kasus besar apa yang dimaksud.

“Dalam waktu dekat ini saya sedang kumpulkan data, bukti, ada kasus yang ngeri, yang lebih besar lagi yang saya akan ungkap,” tutup ketua LSM Gerakan Peduli Hak Rakyat NTB ini.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

MyRepublic Indonesia berhasil meraih Gold Winner untuk kategori Innovative Achievement in Growth, dan dua penghargaan…

1 jam ago

ASHTA District 8 Hadirkan Free Reading Space Pertama di Mall

ASHTA District 8 terus memperkuat posisinya sebagai lebih dari sekadar destinasi gaya hidup, dengan menghadirkan…

1 jam ago

Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras

Pernah mengalami akun aplikasi keuanganmu tiba-tiba logout, sementara nomor HP lama milikmu sebenarnya sudah tidak…

2 jam ago

Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan, WSBP Raih Penghargaan Pada Ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham:…

3 jam ago

Kelebihan Tarik Tunai Tanpa Kartu: Lebih Praktis di Era Digital

Tarik tunai tanpa kartu menjadi salah satu fitur yang semakin banyak digunakan karena menawarkan kemudahan,…

3 jam ago

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May…

16 jam ago