PKB Siapkan Kader Untuk Bertarung di Pilkada KLU

KLU sasamboinside.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bakal menyiapkan kadernya untuk bertarung pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu mengatakan, partainya sedang mempersiapkan calon kepala daerah dari kader PKB untuk ikut berkontestasi di pilkada KLU.

Djohan mengungkapkan bahwa PKB memiliki potensi yang signifikan di daerah tersebut, dengan sekitar 20 persen dari jumlah anggota DPRD KLU berasal dari PKB.

“Saya ingin karena PKB ini kalau kita lihat kemenangannya pada pemilu kemarin memang di KLU sekitar 20 persen dari jumlah anggota DPRD KLU, tentu kita juga ingin mencalonkan kepala daerah dari kader PKB” ungkap ketua DPC PKB KLU H.Djohan Sjamsu, yang sekarang menjabat sebagai bupati KLU, di ruang kerjanya pada senin 22/04/2024

Djohan menjelaskan bahwa proses pencalonan kader PKB sebagai kepala daerah memerlukan izin dan rekomendasi dari pemerintah pusat. Hal ini sedang dikomunikasikan dengan pihak provinsi dan pemerintah pusat untuk memastikan proses tersebut dapat dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ini sedang kita komunikasikan dengan provinsi, dengan pemerintah pusat, karena ini harus punya ijin semua, harus rekomendasi pemerintah pusat, supaya bisa kita calonkan kader PKB menjadi kepala daerah disini.” Terangnya.

Terkait dengan calon yang akan diusung, Djohan menyatakan bahwa PKB akan melakukan evaluasi terhadap calon yang cocok dan mampu melanjutkan program yang sudah dirintis oleh partai. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa calon yang diusung nantinya dapat menjadi penyambung program yang telah ada, untuk menghindari kerusakan atau stagnasi dalam pembangunan daerah.

“Jangan sampai ada calon kita menjadi bupati apa yang kita lakukan saat ini tidak dilanjutkan kan rusak kita.” katanya

“Saya ingin calon bupati besok itu yang bisa melanjutkan apa yang sudah kita rintis sekarang, penyambung itu maksud saya. Itu yang kita inginkan, insyaallah kader PKB akan mencalonkan diri dalam kontestasi dalam pemilihan kepada daerah besok,” tambahnya.

Kemudian saat di tanya media terkait pencalonan Kusmalahadi Syamsuri anak kandung dari ketua DPC, PKB, KLU sendiri  yang santer diisukan di media sosial akan diusung dari PKB kata Djohan, banyak calon yang akan dicalonkan dan akan dievaluasi mana calon yang cocok yang bisa melanjutkan programnya sekarang.

“Banyak calon yang akan kita calonkan, dan kita akan evaluasi mana calon yang cocok yang bisa melanjutkan program kita sekarang” tegasnya

Terhadap Kusmalahadi Syamsuri saat ini masih sebagai ASN apakah berani melepas ASN untuk masuk menjadi kandidat calon bupati Djohan mengatakan ia sangat mendukung jika itu terjadi.

“kalau dia berani mengundurkan diri, bagus kalau menurut saya, Artinya setiap apapun yang kita lakukan itu punya resiko, kalau sekarang kita ASN, mau jadi kepala daerah ya tentu harus mundur sesuai aturan,” kata Djohan dengan tegas.

Terkait isu bahwa PKB akan mencalonkan tokoh dari luar kader partai, Djohan menyatakan bahwa mereka tetap membuka peluang bagi tokoh dari luar PKB yang ingin mencalonkan diri sebagai bupati, asalkan mereka bersedia menjadi kader PKB dan berkomitmen untuk memajukan daerah.

“iya itu nanti akan kita kader kan menjadi kader PKB, kita welcome,” jelasnya

Dalam konteks koalisi, Djohan menegaskan bahwa PKB memiliki kuota kursi yang memungkinkan mereka untuk mencalonkan diri tanpa koalisi, namun mereka lebih memilih untuk berkoalisi dengan partai lain untuk memperkuat posisi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Pihak PKB juga akan menentukan partai-partai yang akan bergabung dalam koalisi setelah melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pusat.

Hal ini menunjukkan upaya serius PKB KLU dalam menyusun strategi dan mempersiapkan calon yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah mendatang.

“PKB menurut UUD enam kursi boleh mencalonkan diri tanpa kualisi, tapi kita tidak mau jalan sendiri, pasti kita akan berkualisi. terkait dengan partai yang mau bergabung itu boleh-boleh saja, kita akan tentukan setelah kita berkomunikasi dengan pusat.” Tutup orang no satu di KLU itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *