Pemerintahan

Pemda Lombok Tengah Percepat Pendataan Aset Untuk KPM

Sasamboinside.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai mempercepat pendataan aset lahan dan bangunan untuk mendukung realisasi pembangunan griya Koperasi Merah Putih, sebuah program besar yang digagas Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat kemandirian ekonomi rakyat dari tingkat desa.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, langkah pendataan aset tersebut merupakan bagian penting dalam menyiapkan pondasi ekonomi berbasis koperasi yang kuat dan terukur.
“Pendataan aset berupa lahan dan bangunan ini untuk mendukung pembangunan griya Koperasi Merah Putih di Lombok Tengah,” ujar dalam sambutannya.
Pathul menjelaskan, program pembentukan griya koperasi desa Merah Putih dikawal langsung oleh TNI di setiap wilayah sebagai bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Koperasi, TNI diberikan tugas membangun koperasi Merah Putih,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah kini fokus melakukan inventarisasi aset desa, kabupaten, dan provinsi terutama lahan-lahan strategis yang dapat difungsikan untuk menjalankan bisnis koperasi tersebut.
“Luas lahan yang disiapkan mencapai 10 are, dan lokasi harus mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Pendataan aset diharapkan rampung pada 15 November 2025 dan segera dilaporkan kepada pemerintah pusat.
“Kami mendorong kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah agar percepatan pembentukan koperasi ini bisa segera terealisasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, Ikhsan, mengatakan seluruh pengurus Koperasi Merah Putih di 154 desa dan kelurahan telah terbentuk.
Para pengurus ini juga telah mengikuti bimbingan teknis terkait kesadaran hukum agar pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan.
“Pengurus koperasi Merah Putih di desa telah semua terbentuk dan sudah diberikan pembinaan,” ujarnya.
Meski begitu, Ikhsan mengakui bahwa hingga kini pembangunan fisik griya koperasi belum dimulai. Karena itu, pendataan aset menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan kesiapan lahan serta kepemilikan yang jelas.
“Aset griya ini merupakan aset koperasi, sehingga pendataan dilakukan untuk mempercepat pembangunan griya Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Dengan dukungan TNI dan pemerintah di semua tingkatan, Lombok Tengah berharap menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi Koperasi Merah Putih, sebagai model baru ekonomi gotong royong yang diinisiasi pemerintah pusat.
Heriadi

Recent Posts

Bangun NTB Tangguh, Pemprov Integrasikan Mitigasi Bencana untuk Percepat Investasi

Sasamboinside.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah…

9 jam ago

Dianggap Meresahkan dan Memecah Belah Kerukunan, Tim Hotman 911 Didesak Hengkang dari NTB

Sasamboinside.com – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di…

10 jam ago

Bukan Sekadar Indah, Desa Wisata Lantan Buktikan Pariwisata Terbaik Lahir dari Kearifan Lokal

Sasamboinside.com – Desa Wisata Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, kembali menunjukkan keseriusannya menjadi salah satu destinasi…

16 jam ago

Silaturahmi dengan Puluhan LSM, Kapolresta Lombok Tengah Ajak Bersinergi Jaga Kondusivitas Daerah

Sasamboinside.com – Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol. Hariyanto, S.H., S.I.K., menggelar silaturahmi bersama puluhan pimpinan…

18 jam ago

Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah Terancam Dilaporkan ke Propam dan Komisi III DPR RI

Sasamboinside.com - Pernyataan Kasat Reskrim yang mengimbau agar dugaan aksi penganiayaan yang terekam kamera CCTV…

1 hari ago

Baru Sehari Beraksi, Pencuri Uang Toko di Sekotong Langsung Diciduk Polisi

Sasamboinside.com – Gerak cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok…

1 hari ago