Pemerintahan

Lombok Tengah Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 10,30 Persen pada 2026

Sasamboinside.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat, khususnya keluarga miskin dan kelompok rentan.

 

Upaya tersebut dibahas dalam evaluasi program penanggulangan kemiskinan daerah yang digelar di Ballroom Lantai 5 Gedung B Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (18/8/2026).

 

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., Kepala BPS Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi, S.ST., perwakilan ITDC, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PLN Cabang Praya, perangkat daerah, serta perwakilan seluruh kecamatan.

 

Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah mengatakan, angka kemiskinan Lombok Tengah pada 2025 berada di angka 10,68 persen. Capaian tersebut menempatkan Lombok Tengah pada urutan ketiga terendah di NTB setelah Kota Mataram sebesar 10,55 persen dan Kota Bima sebesar 10,61 persen.

 

Angka kemiskinan tersebut turun dari 12,07 persen pada 2024. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan angka kemiskinan kembali turun menjadi sekitar 10,30 persen pada 2026.

 

Meski mengalami penurunan, pemerintah daerah masih memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi.

 

Kecamatan Pujut tercatat memiliki angka kemiskinan 11,77 persen atau 16.037 jiwa, disusul Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa dan Kecamatan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.

 

Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemkab Lombok Tengah menerapkan strategi “3 Pintu” pada 2026. Strategi tersebut diarahkan agar program pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

 

Pintu pertama difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pangan, pasar murah, dan bantuan langsung tunai.

 

Pintu kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan IKM, peternakan, perikanan, serta program padat karya.

 

Sementara pintu ketiga difokuskan pada pengurangan kantong kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air minum, sanitasi, serta peningkatan akses pendidikan.

 

Melalui strategi tersebut, penanganan kemiskinan diharapkan tidak hanya menghasilkan penurunan angka secara statistik, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa berkurangnya beban hidup masyarakat, meningkatnya peluang memperoleh pendapatan, serta membaiknya kualitas hunian dan pelayanan dasar.

 

Kepala BPS Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi mengatakan, salah satu indikator kemiskinan dapat dilihat dari tingkat konsumsi masyarakat miskin berdasarkan hasil survei lapangan.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya menekankan pentingnya kolaborasi Bapperida bersama seluruh organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem.

 

Menurutnya, program penanggulangan kemiskinan perlu dilaksanakan menggunakan indikator yang terukur sehingga intervensi pemerintah dapat semakin tepat sasaran dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

NTB Pertahankan Peringkat Ketiga Indonesia Muslim Travel Index 2026

Sasamboinside.com - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan daya saingnya sebagai destinasi pariwisata ramah…

11 jam ago

ITDC dan MGPA Masuk 100 Besar BUMN Terbaik dalam Penilaian Customer Experience 2026

Sasamboinside.com - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih peringkat ke-33,…

1 hari ago

PWI Loteng Protes Pencatutan Nama Media Sebagai Peserta Aksi di Kejari

Sasamboinside.com - Rencana aksi demonstrasi dan diskusi publik di Kejaksaan Negeri Lombok Tengah pada Selasa,…

2 hari ago

UKDPA Angkatan V Digelar, ADVOKAI NTB Dorong Lahirnya Advokat Berintegritas

Sasamboinside.com – Kongres Advokat Indonesia (ADVOKAI) NTB kembali menggelar Ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat (UKDPA)…

2 hari ago

HUT ke-81 Lombok Tengah, Miq Iqbal Tekankan Pemerataan Pembangunan

Sasamboinside.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Lombok…

2 hari ago

MotoGP Mandalika Catat 157.875 Penonton, Rata-rata Belanja Tembus Rp 8,56 Juta Per Orang

Sasamboinside.com – Dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dan rekor 157.875 pengunjung menandai keberhasilan Pertamina Grand…

2 hari ago