Berita

Dua Polisi Dipecat Soal Kasus Kematian Anggota Propam Polda NTB, Brigadir Nurhadi

Sasamboinside.com – Kasus kematian anggota Propam Polda NTB, Brigadir Muhammad Nurhadi, yang ditemukan tak bernyawa di sebuah penginapan di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kini memasuki babak baru.
Setelah lebih dari sebulan menjadi sorotan, pihak kepolisian akhirnya menaikkan status penanganan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Informasi yang dihimpun, dua anggota polisi yang turut bersama korban di Gili Trawangan, yakni Kompol I Made Yogi Porusa Utama dan IPDA Haris Chandra, telah menjalani sidang etik pada Selasa, 27 Mei 2025.
Hasil dari sidang etik itu cukup mengejutkan, keduanya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.
Ia menyebutkan bahwa PTDH diberikan setelah keduanya dinyatakan melanggar kode etik profesi Polri.
“Sudah PTDH, tapi rilis resminya nanti. Sore ini,” kata Kholid saat dihubungi wartawan, Selasa (27/5/2025) siang.

Ketika ditanya soal jumlah personel yang dijatuhi PTDH, Kholid menegaskan bahwa ada dua nama.
“Iya memang ada dua nama. Siapa yang bilang satu?” ujarnya menepis kabar simpang siur.
Kholid menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan kedua perwira tersebut berkaitan langsung dengan kode etik kepolisian.
“Kan kode etik. Kode etik berkaitan dengan PTDH. Kalau proses pidananya di Krimum. Kode etik di Propam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kholid juga membenarkan bahwa hasil autopsi jenazah Brigadir Nurhadi sudah keluar. Namun, ia tidak memberikan penjelasan secara rinci.
“Autopsi sudah keluar. Masih di Krimum,” katanya.
Diketahui, Brigadir Muhammad Nurhadi ditemukan tewas di sebuah vila didasar kolam renang pribadi di Beach House, Gili Trawangan, pada Rabu pagi, 16 April 2025.
Kematian sang brigadir sempat menimbulkan tanda tanya besar, baik dari pihak keluarga maupun publik.
Pihak keluarga, termasuk orang-orang yang memandikan jenazah, menyatakan menemukan sejumlah luka mencurigakan di tubuh korban.
Di bawah mata kanan korban terlihat luka terbuka yang terus mengeluarkan darah bahkan setelah dimandikan.
Tak hanya itu, luka juga ditemukan di jari-jari kaki, punggung kaki, dan lutut. Hidung korban terus mengeluarkan darah, dan bagian leher belakang serta pinggang tampak lebam seperti bekas kekerasan.
Tragedi ini sangat mengguncang keluarga korban. Apalagi, istri Brigadir Nurhadi baru saja melahirkan anak kedua mereka sebulan sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Anak pertama mereka pun masih berusia lima tahun.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

ITDC dan PWI Lombok Tengah Bersinergi, Perkuat Promosi The Mandalika

Sasamboinside.com — Pengembangan kawasan pariwisata The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak cukup…

21 menit ago

Pilkades Serentak 2026, Polresta Loteng Terjunkan 1.112 Personel Gabungan

Sasamboinside.com – Polresta Lombok Tengah menyiagakan 1.112 personel gabungan yang terdiri dari 590 personel Polresta…

2 hari ago

Dorong Transaksi Digital yang Optimal, Bank NTB Syariah Perkuat Sinergi dengan Toko Ladang

Sasamboinside.com – Bank NTB Syariah memperkuat sinergi dengan PT Ladang Karya Husada selaku pengelola platform…

2 hari ago

Sumpah Pemuda ke-98, Pathul Bahri Dorong Generasi Muda Jadi Motor Pembangunan Lombok Tengah

Sasamboinside.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026…

3 hari ago

Bukan Sekadar Seremoni, Sumpah Pemuda di NTB Jadi Panggung Apresiasi Generasi Berprestasi

Sasamboinside.com - Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat…

3 hari ago

Polisi Amankan 11 Orang Terkait Dugaan Pembacokan di Mataram, Dua Sajam Disita

Sasamboinside.com — Penyelidikan kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang meresahkan masyarakat Kota Mataram, Nusa…

3 hari ago