OPINI

Demokrasi NTB Masih Hidup, Tapi Ada yang Menjualnya Murah

Oleh : Apriadi Abdi Negara
Sasamboinside.com – Demokrasi itu mahal. Tapi di NTB, ada yang menjualnya dengan harga obral. Cukup corat-coret foto Gubernur, lempar kata “bangsat” atau “bajingan”, lalu klaim: demokrasi mati. Ironis, gaya preman kini dipromosikan sebagai gaya berdemokrasi.
Padahal, konstitusi tidak pernah mengenal istilah “ngolah” dan “malak”. Itu sekadar kreativitas oknum yang lihai membungkus kepentingan pribadi dengan jargon demokrasi. Aktivisme berubah menjadi kalkulasi, aspirasi disulap jadi transaksi.
Lucunya, meski diperlakukan kasar, Gubernur NTB tidak sekalipun menyeret para pengujar kata kotor itu ke ranah hukum. Kalau benar demokrasi mati, tentu suara mahasiswa sudah lama dibungkam. Faktanya, kritik mahasiswa tetap lantang, karena idealismenya murni, bukan hasil outsourcing aspirasi.
Yang layu justru akal sehat sebagian orang yang menjadikan demokrasi sebagai dagangan. Mereka meracik narasi kematian demokrasi, padahal yang sebenarnya sekarat adalah moralitas aktivisme. Demokrasi masih hidup, tapi sedang dipermainkan oleh mereka yang lihai berdagang isu.
Demokrasi memang tak steril; kritik keras bahkan caci maki masih bisa ditoleransi. Tapi ketika “malak” dan “ngolah” dipasarkan sebagai aspirasi rakyat, yang lahir hanyalah sandiwara murahan.
Karena itu, publik perlu jernih membaca. Demokrasi NTB masih hidup. Yang mencoba menjualnya murah hanyalah oknum. Dan bila gaya preman dipakai untuk teriak soal demokrasi, bukankah itu sekadar ironi? Jangan sampai kita terkecoh, jangan sampai preman teriak preman.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May…

9 jam ago

Lintasarta Rayakan 38 Tahun Perjalanan, Hadirkan Komitmen Empowering Beyond untuk Indonesia

Memperingati 38 tahun perjalanan transformasinya, Lintasarta, menegaskan peran sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan…

9 jam ago

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah…

11 jam ago

Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Stanley Nathanael Wijaya, mahasiswa Computer Science dari…

11 jam ago

Emas Berpotensi Melonjak ke 4.740, Ini Pemicunya

Harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu (6/5) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan,…

12 jam ago

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi berekspansi ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026…

14 jam ago