Example floating
Example floating

Wamenpar Apresiasi Sade Social Space, Dinilai Jadi Atraksi Baru Penggerak Wisata Mandalika

A-AA+A++

Sasamboinside.com – Kawasan The Mandalika kembali mendapat suntikan daya tarik wisata baru. Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, memberikan apresiasi terhadap kehadiran Sade Social Space yang dinilai mampu menjadi inovasi atraksi wisata sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis sport tourism.

Apresiasi tersebut disampaikan Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa saat meninjau bangunan unit percontohan akomodasi di Sade Social Space, kawasan Kuta, Mandalika, Minggu, 12/7/26.

IMG-20260705-WA0002

Menurut Ni Luh, salah satu tantangan utama pariwisata NTB saat ini adalah belum meratanya distribusi wisatawan. Selama ini, kunjungan wisata masih terpusat di sejumlah destinasi unggulan, sementara wilayah lain seperti Pulau Sumbawa memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal.

“Perlu menghadirkan daya tarik baru di destinasi-destinasi yang besar dan luas sehingga wisatawan bisa menyebar dan menikmati atraksi yang berbeda-beda,” kata Ni Luh.

Ia menilai, dari sisi infrastruktur, The Mandalika telah memiliki modal yang kuat. Akses menuju kawasan tersebut dinilai semakin mudah karena hanya berjarak sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Lombok melalui jalan bypass.

Namun demikian, menurutnya, keunggulan infrastruktur harus diimbangi dengan inovasi atraksi agar Mandalika tidak hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP.

“Tugas sekarang adalah bagaimana The Mandalika tidak hanya mengandalkan MotoGP, tetapi juga menghadirkan inovasi-inovasi atraksi baru. Salah satunya yang sekarang sudah dilakukan adalah menghadirkan Sade Social Space untuk sport tourism,” ujarnya.

Ni Luh mengatakan, kehadiran Sade Social Space membuka peluang pasar wisata yang lebih luas. Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan balap motor internasional, tetapi juga dapat menikmati berbagai aktivitas olahraga, salah satunya padel, dengan suasana khas kawasan Mandalika.

“Jadi, tidak hanya orang datang untuk menonton MotoGP, tetapi juga komunitas atau grup yang gemar bermain padel bisa datang ke Sade Social Space ini,” ungkapnya.

Ia berharap konsep serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah di NTB dengan mengangkat keunggulan masing-masing destinasi. Menurutnya, Pulau Sumbawa misalnya memiliki potensi besar pada sektor budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata jika didukung infrastruktur dan pengemasan destinasi yang baik.

“Pemerataan kunjungan wisata hanya bisa terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, dan asosiasi pariwisata,” katanya.

Lebih lanjut, Ni Luh menegaskan arah pembangunan pariwisata Indonesia kini mengedepankan konsep quality over quantity. Fokusnya bukan sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas sehingga wisatawan terdorong membelanjakan lebih banyak selama berada di destinasi.

“Kualitas bukan sekadar mendatangkan wisatawan yang sudah memiliki spending tinggi, tetapi bagaimana kita membuat wisatawan yang datang menjadi membelanjakan lebih banyak karena produk dan atraksi yang kita tawarkan berkualitas,” jelasnya.

Menurutnya, semakin beragam atraksi yang tersedia, semakin besar peluang wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan pengeluaran selama berlibur.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan destinasi juga harus dibarengi dengan penyelesaian persoalan mendasar, seperti pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, serta infrastruktur pendukung lainnya agar kualitas destinasi tetap terjaga.

1000839310-1227×1536