Sasamboinside.com – Pertamina International Circuit Mandalika dinyatakan siap menggelar Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026.
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi lintasan, fasilitas pendukung, tiket, logistik, transportasi penonton, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan dalam Media Briefing Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung di VIP Deluxe Sirkuit Mandalika, Senin (5/10/2026).
Media briefing tersebut menghadirkan Direktur Operasional InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Waroka, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola, serta General Manager The Mandalika Fari Wijaya.
Direktur Operasional ITDC Troy Reza Waroka mengatakan antusiasme masyarakat terhadap edisi kelima MotoGP Mandalika sangat tinggi.
Hingga menjelang race weekend, penjualan tiket telah mencapai sekitar 75 persen dari total kapasitas yang tersedia.
“Kategori VIP Premiere dan VIP Deluxe telah terpesan masing-masing 96,94 persen, Premium Grandstand Zone A dan B mencapai 97,78 persen, serta Regular Grandstand Zone 1 di angka 95,36 persen. Kami sangat optimis penjualan tiket akan mencapai 100 persen,” ujar Troy.
Menurut Troy, sekitar 14,14 persen pembeli tiket berasal dari luar NTB dan mancanegara.
Untuk mengantisipasi pemalsuan tiket, penyelenggara menahan distribusi tiket fisik maupun gelang penonton dan baru akan membagikannya 42 jam sebelum acara.
Distribusi dilakukan melalui tiga titik, yakni Eks Bandara Selaparang Mataram, Bazaar Mandalika, dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
ITDC juga menekan jumlah tiket gratis atau complimentary ticket di bawah 13 persen.
Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan tiket resmi sekaligus mengantisipasi praktik jual-beli tiket ilegal.
General Manager The Mandalika, Fari Wijaya memastikan seluruh fasilitas sirkuit dan infrastruktur pendukung telah rampung 100 persen.
“Pengecatan lintasan, perbaikan kerb, pemasangan paddock, lap counter, digital flag controller, hingga kamera CCTV dan jaringan komunikasi sudah selesai penuh dan siap dipergunakan,” kata Fari.
Untuk mengantisipasi keterbatasan akomodasi selama MotoGP berlangsung, pengelola kawasan juga menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan.
Di antaranya camping ground hasil kolaborasi dengan Eiger, Pondok Pertamina Social Club yang memiliki 38 kamar, serta pembangunan Circuit Villa sebanyak 18 unit di dalam kawasan sirkuit.
Dari sisi keselamatan balap, Direktur Utama MGPA Ananda Mikola memastikan Sirkuit Mandalika memenuhi standar keselamatan internasional.
Menurut Ananda, salah satu keunggulan Sirkuit Mandalika terletak pada area run-off yang luas sehingga mendukung aspek keselamatan para pebalap.
Namun, kesiapan lintasan tidak menjadi satu-satunya perhatian.
Ribuan marshal dan volunteer juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan MotoGP.
Tahun ini, sebanyak 2.204 personel volunteer dilibatkan.
Lebih dari 72 persen di antaranya merupakan warga lokal NTB.
“Para marshal dan volunteer telah mendapatkan serangkaian pelatihan intensif. Tujuannya tidak hanya untuk menyukseskan balapan hari ini, tetapi juga meningkatkan kapasitas SDM lokal agar memiliki sertifikasi dan standar profesional yang bisa terus dipergunakan pada berbagai event otomotif mendatang,” ujar Ananda.
Dari sisi logistik, penyelenggara memastikan distribusi kebutuhan balapan berjalan sesuai rencana.
Sebanyak 13 dari total 27 penerbangan logistik telah tiba secara bertahap di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Sementara untuk mendukung mobilitas penonton, disiapkan 118 unit shuttle bus internal kawasan dan 35 unit shuttle bus luar kawasan yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB.
Akses menuju NTB juga diperkuat dengan tambahan 66 penerbangan atau extra flight selama periode penyelenggaraan MotoGP.
MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya diproyeksikan sebagai ajang olahraga otomotif, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.
Sejumlah kegiatan pendukung telah disiapkan, mulai dari Rider’s Parade di Kota Mataram, program Rider to School, hingga pelibatan sekitar 600 UMKM.
Keterlibatan UMKM tersebut disebut mampu menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja.
Pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan musik dengan menghadirkan sejumlah musisi dan grup musik nasional, seperti Tipe-X, Ungu, D’Masiv, Agnes Monika, Judika, hingga Happy Asmara.
Dengan berbagai rangkaian tersebut, penyelenggara menargetkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan dampak ekonomi langsung bagi Nusa Tenggara Barat hingga Rp 4,5 triliun.
MotoGP Mandalika pun diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan balap kelas dunia, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pariwisata, membuka peluang ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal NTB.
Sasamboinside.com – Lebih dari 2.500 pekerja dan volunteer yang terlibat dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix…
Sasamboinside.com – Kelancaran mobilitas penonton menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix…
Sasamboinside.com – Antusiasme menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 semakin terasa di Nusa Tenggara…
Sasamboinside.com — Jelang MotoGP Mandalika 2026, polisi memperkuat patroli di kawasan Pelabuhan Barang Lembar, Lombok…
Sasamboinside.com — Kecamatan Praya meraih juara umum Festival LASQI Nusantara Jaya Tahun 2026 Tingkat Kabupaten…
Sasamboinside.com – Menyambut penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)…