Pemerintahan

Satpol PP Bakal Bongkar Paksa Bangunan Liar di Serangan, Selong Belanak

Sasamboinside.com – Bangunan vila yang berdiri di sempadan pantai Dusun Serangan, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah terancam dibongkar paksa.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah memberi tenggat waktu kepada pemilik untuk merobohkan sendiri bangunan yang dinilai melanggar aturan tersebut.
Kasat Pol PP Lombok Tengah Zaenal Mustakim mengatakan, langkah pembongkaran paksa akan dilakukan jika pemilik tidak mengindahkan peringatan yang diberikan pemerintah daerah.
“PU akan bersurat nanti ke pemilik vila agar dilakukan pembongkaran secara mandiri,” kata Zaenal Mustakim, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelum Satpol PP turun melakukan pembongkaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terlebih dahulu melayangkan surat resmi kepada pemilik bangunan.
Dalam surat tersebut, pemilik diminta membongkar sendiri bangunan yang melanggar aturan.
Jika dalam waktu 7 hari tidak ada tindak lanjut, maka akan dikirimkan surat peringatan kedua.
Apabila peringatan tersebut selama 7 hari juga tidak diindahkan, Satpol PP akan mengambil langkah tegas.
“Kita kasih waktu total 14 hari untuk dibongkar sendiri. Kalau tidak, konsekuensinya akan dibongkar paksa,” tegasnya.
Zaenal mengungkapkan, sebelumnya pihak pemilik vila sudah beberapa kali mendapat teguran.
Namun pembangunan tetap dilanjutkan hingga akhirnya Satpol PP mengambil tindakan penyegelan.
Bangunan yang disegel meliputi dua kolam renang dan dua teras yang dibangun tepat di area sempadan pantai.
Area tersebut seharusnya menjadi ruang publik dan tidak diperbolehkan untuk pembangunan permanen.
Meski demikian, saat proses penyegelan berlangsung pemilik vila bersikap kooperatif.
“Pemiliknya kooperatif, tidak melawan dan tidak membantah karena memang tahu itu salah,” ujar Zaenal.
Diinformasikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah sudah menyegel bangunan ilegal berupa kolam renang dan teras di kawasan sempadan pantai Dusun Serangan, Desa Selong Belanak, Selasa (10/3/2026).
Penyegelan dilakukan karena pembangunan tersebut tidak sesuai dengan izin yang telah diberikan.
Penyegelan dilakukan Satpol PP Lombok Tengah bersama Dinas Perizinan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang tergabung dalam forum penataan ruang daerah.
Petugas memasang garis Pol PP Line sebagai tanda penghentian aktivitas pembangunan.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Pilkades Serentak 2026, Polresta Loteng Terjunkan 1.112 Personel Gabungan

Sasamboinside.com – Polresta Lombok Tengah menyiagakan 1.112 personel gabungan yang terdiri dari 590 personel Polresta…

2 jam ago

Dorong Transaksi Digital yang Optimal, Bank NTB Syariah Perkuat Sinergi dengan Toko Ladang

Sasamboinside.com – Bank NTB Syariah memperkuat sinergi dengan PT Ladang Karya Husada selaku pengelola platform…

4 jam ago

Sumpah Pemuda ke-98, Pathul Bahri Dorong Generasi Muda Jadi Motor Pembangunan Lombok Tengah

Sasamboinside.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026…

17 jam ago

Bukan Sekadar Seremoni, Sumpah Pemuda di NTB Jadi Panggung Apresiasi Generasi Berprestasi

Sasamboinside.com - Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat…

17 jam ago

Polisi Amankan 11 Orang Terkait Dugaan Pembacokan di Mataram, Dua Sajam Disita

Sasamboinside.com — Penyelidikan kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang meresahkan masyarakat Kota Mataram, Nusa…

17 jam ago

MotoGP Mandalika Dongkrak Ekonomi dan Investasi Pariwisata

Sasamboinside.com – Perputaran ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok…

2 hari ago