Peristiwa

PT LNI Berulah Lagi: Mobil Warga Dicabut, Diduga Dijual Diam-Diam

Sasamboinside.com – PT Lombok Nusantara Indonesia (LNI) kembali berulah. Perusahaan leasing yang berkantor di Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah itu diduga kembali terlibat praktik mencurigakan dalam proses penarikan kendaraan milik nasabah.

Kasus ini menimpa Suprapto, warga Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, yang mobilnya dicabut secara sepihak dan kemudian diduga dijual tanpa sepengetahuannya.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 13 Agustus 2025, sore WITA di Pasar Beson, Kecamatan Janapria.

Dua orang debt collector (DC) bernama Kahfi dan Sah menghentikan kendaraan Suprapto.

“Saya menolak, tapi mereka tetap mengajak saya ke kantor LNI di Mantang,” tutur Suprapto kepada wartawan, Selasa (21/10/25).

Sesampainya di kantor, Suprapto dipaksa menandatangani pencabutan unit.

“Saya bingung. Saya tanya, bagaimana saya bisa ambil mobil ini lagi?” ujarnya.

Menurut pengakuannya, Kahfi menawarkan “pelelangan tunggal” sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali unit mobil dan BPKB-nya.

Syaratnya ia harus membayar Rp5 juta terlebih dahulu sebagai “tanda keseriusan”.

Uang itu kemudian dikirim ke rekening BCA atas nama Reno Prawira, yang disebut-sebut sebagai anak buah Kahfi.

“Katanya kalau saya sudah bayar lima juta, nanti tinggal melunasi empat puluh juta lagi, baru mobil dan BPKB saya dapatkan,” kata Suprapto.

Ia pun menuruti kesepakatan itu, berharap BPKB dan unitnya bisa kembali.

Namun, janji tinggal janji. Hingga lewat dari sepuluh hari kerja, angka lelang yang dijanjikan tak pernah keluar, bahkan hingga dua bulan tidak ada kepastian.

Setiap kali ditanya, Kahfi hanya berkelit dan meminta tambahan waktu dua atau tiga hari.

“Belakangan saya mulai curiga, karena mau mengembalikan uang yang 5 juta itu,” ujarnya.

Firasatnya pun benar, setelah ia telusuri ternyata unit tersebut sudah tidak ada di gudang tempat penyimpanan.

“Ketika saya cek lewat teman yang kerja di gudang penyimpanan unit, katanya mobil saya sudah lama keluar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kahfi yang disebut-sebut turut terlibat dalam peristiwa tersebut, hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon belum membuahkan hasil.

Nomor bersangkutan yang dihubungi tidak aktif, hingga berita ini diterbitkan.

Pihak redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi Kahfi guna mendapatkan penjelasan dan klarifikasi terkait hal tersebut.

Sasamboinside.com akan memperbarui informasi apabila yang bersangkutan memberikan tanggapan resmi.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadan–Idul Fitri, Siap Optimalkan Layanan Arus Balik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat kinerja positif selama periode angkutan Ramadan hingga Idul…

5 jam ago

Liburan Usai Lebaran, Irish Bella Pilih Lombok untuk Quality Time Keluarga

Sasamboinside.com - Liburan keluarga bukan sekadar perjalanan, melainkan momen untuk memperlambat ritme, berbagi pengalaman, dan…

5 jam ago

KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran 2026

LRT Jabodebek menetapkan tarif khusus Rp1 pada H1 dan H2 Lebaran 2026, memudahkan masyarakat bersilaturahmi…

6 jam ago

Gubernur Iqbal Dukung REVIEWS 3, Momentum Tekan Angka Kebutaan di NTB

Sasamboinside.com - Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Regional V Integrated Eye Workshop…

7 jam ago

Hadiri Lebaran Topat 2026, Gubernur NTB Dorong Penguatan Tradisi dan Pariwisata

Sasamboinside.com - Semilir angin pesisir pantai Senggigi membawa aroma khas anyaman ketupat yang berpadu dengan…

8 jam ago

Kapolres Eko Yusmiarto Imbau Wisatawan Waspada di Pantai Aan Saat Libur Lebaran Ketupat

Sasamboinside.com - Kepolisian Resor Lombok Tengah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat libur Lebaran Ketupat…

21 jam ago