HUKRIM

Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi DPO

Sasamboinside.com – Pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial DAH masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah diketahui berada di luar negeri.

DAH ditetapkan sebagai DPO oleh Polresta Lombok Tengah karena tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik dalam perkara dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.

Kasat Reskrim Polresta Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan, penyidik masih terus melakukan proses penyidikan terhadap perkara tersebut.

“Perkara ini masih dalam proses penyidikan. Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pemeriksaan korban, visum, serta mengumpulkan sejumlah barang dan dokumen yang berkaitan dengan perkara,” kata Punguan saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa delapan orang saksi.

Penyidik juga telah melakukan visum terhadap korban serta meminta laporan hasil penelitian sosial terhadap korban kepada Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah.

Selain itu, penyidik mengamankan buku tamu dari salah satu hotel yang berkaitan dengan tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga telah melayangkan panggilan terhadap DAH sebanyak dua kali.

Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut.

Penyidik kemudian berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menelusuri data paspor dan perlintasan DAH.

Dari hasil koordinasi tersebut, polisi mengetahui bahwa DAH berada di luar negeri.

“Karena yang bersangkutan diketahui berada di luar negeri dan belum memenuhi panggilan penyidik, Polresta Lombok Tengah telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Punguan.

Meski DAH diketahui berada di luar negeri, Polresta Lombok Tengah memastikan penyidikan perkara dugaan persetubuhan terhadap anak tersebut tetap berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Perempuan 57 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sasamboinside.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah menyelidiki kematian seorang perempuan berinisial M (57),…

8 jam ago

Akankah 2026 Jadi Tahun Marc Marquez Lepas dari Kutukan Mandalika?

Sasamboinside.com — Sirkuit Mandalika seperti menyimpan cerita tersendiri bagi Marc Marquez. Sejak MotoGP Indonesia digelar…

9 jam ago

Marc Marquez, Mario Aji, dan Veda Ega Sapa Ribuan Penggemar

Sasamboinside.com - Suasana Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak semarak pada Rabu (7/10/2026) sore.…

10 jam ago

Akses Laut Diperkuat, DLU Siapkan Layanan Surabaya–Lombok Selama MotoGP Mandalika 2026

Sasamboinside.com – Menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di…

13 jam ago

Polisi Kawal 13 Kontainer Logistik MotoGP dari BIZAM ke Mandalika

Sasamboinside.com — Sebanyak 13 truk kontainer membawa logistik MotoGP Mandalika 2026, tiba di Bandara Internasional…

19 jam ago

Bank NTB Syariah Perkuat Sistem Penerimaan Daerah di Sektor Perikanan dan Kelautan

Sasamboinside.com — Bank NTB Syariah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam…

21 jam ago