HUKRIM

Penanganan Kasus Penganiayaan Dinilai Lamban, BMN dan Pengacaranya Datangi Polsek Jonggat

LOTENG sasamboinside.com – BMN (20) perempuan asal Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) datangi Polsek Jonggat, Senin 19 Agustus 2024.

BMN didampingi Pengacara atau Penasehat Hukumnya mendatangi Polsek Jonggat untuk mempertanyakan laporan terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya awal bulan Juli 2024 lalu.

BMN diduga dianiaya oleh keluarga pacarnya LYA (19) di wilayah Desa Labulia, Kecamatan Jonggat saat hendak kawin lari.

Atas hal itu, BMN kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Lombok Tengah pada tanggal 8 Juli 2024 lengkap dengan berkas hasil visum.

Oleh Polres Lombok Tengah, pelaporan tersebut di limpahkan ke Polsek Jonggat. Pada tanggal 5 Agustus BMN kemudian di periksa dan di BAP.

“Hari ini kita datangi polsek Jonggat untuk mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh klien kami,” ungkap Baiq Dena Wulandari Pratiwi S.H, Senin, 19 Agustus 2024.

Baiq Dena mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga pacarnya ini.

Menurut dia, dugaan penganiayaan yang menimpa kliennya ini sangat tidak manusiawi. Sebab BMN saat itu sedang hamil 5 bulan.

“Klien kami ini dipukul, dianiaya. Mirisnya lagi, keluarga dari pacar BMN ini dengan tega menjepit kaki klien kami dengan pintu mobil, itu dilakukan dari Labulia sampai Batujai yang mengakibatkan kaki BMN luka,” ungkapnya.

“Kemudian mereka dengan tega melepas BMN seorang diri di dekat Klinik Risa Rafana, padahal mereka mengetahui BMN ini dalam kondisi hamil,” imbuhnya.

Baiq Dena berharap agar kasus dugaan penganiayaan terhadap BMN yang kini hamil 6 bulan ini di atensi pihak Polsek Jonggat.

“Kami berharap agar kasus ini diatensi oleh pihak kepolisian dan segera menangkap pelaku penganiayaan ini. Kasihan klien kami, masih trauma sampai saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jonggat, AKP I Nyoman Daweg menyampaikan bahwa kasus dugaan penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan dan sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

“Masih proses penyelidikan, kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ungkapnya.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Tiga Anak Muda Lombok Tengah Buktikan Inovasi Desa Bisa Berprestasi di Tingkat Provinsi

Sasamboinside.com - Tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia…

6 jam ago

Jejak Medis Ungkap Dugaan Aborsi Pembuangan Janin Bayi di Gorong-gorong

Sasamboinside.com – Penemuan janin bayi di sebuah gorong-gorong di Dusun Bakong, Desa Kebon Ayu, Kecamatan…

7 jam ago

Telan Anggaran 3 Miliar Lebih, Revitalisasi SLB Negeri 2 Loteng Diduga Dikerjakan Konsultan

Sasamboinside.com – Proyek revitalisasi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Lombok Tengah senilai Rp 3,37…

15 jam ago

LI TIPIKOR NTB Ajak Ormas dan LSM Jaga Persatuan, Dukung Komitmen Prabowo dan Polri

Sasamboinside.com  – Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI TIPIKOR) NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk…

16 jam ago

Polisi Ungkap Kronologi Tabrakan Maut Renggut Dua Nyawa di Lombok Tengah

Sasamboinside.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Avanza dan sepeda motor Honda Vario…

2 hari ago

Lalu Akhyar Turun ke Masyarakat, Tampung Beragam Aspirasi Warga Buntimba

Sasamboinside.com — Kebutuhan perlengkapan banjar bagi ibu rumah tangga hingga pembangunan infrastruktur lingkungan menjadi sejumlah…

2 hari ago