Sasamboinside.com – Pembangunan Jembatan Ngerapak yang menghubungkan Dusun Bulurundak, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, dan Dusun Bun Enam, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), telah mencapai progres 80 persen.
Jembatan ini memiliki peranan vital bagi masyarakat dua dusun, menjadi akses utama yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Jembatan yang dibangun dengan konstruksi besi baja ini akan menggantikan jembatan bambu yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga.
Jembatan bambu tersebut berada di utara jembatan pengganti yang sedang dibangun, namun telah rusak akibat tergerus air sungai, mengancam keselamatan warga yang melintas, terutama karena adanya hewan predator seperti buaya di sungai tersebut.
Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah, Lalu Rahadian, mengungkapkan bahwa progres pembangunan jembatan Ngerapak saat ini hampir mencapai 80 persen.
Sebelumnya, jembatan ini direncanakan rampung sebelum akhir tahun 2024, namun karena adanya kendala teknis, seperti pergeseran baut akibat hantaman banjir yang membawa material, proyek ini mengalami sedikit penundaan.
Untuk itu, target penyelesaian kini diubah menjadi 28 Januari 2025.
“Progresnya sekarang hampir 80 persen. Kami datangkan ahli dari PT Wegner untuk menangani masalah pergeseran baut. Setelah itu, kami akan melanjutkan dengan pembesian dan pengaspalan,” kata Lalu Rahadian, Kamis (16/1/2025).
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah, Muhalip, yang beberapa waktu lalu meninjau langsung lokasi proyek, mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil kontraktor untuk memastikan pengerjaan jembatan rampung sesuai jadwal pada 28 Januari.
“Tinggal meluruskan saja, setelah itu baru mereka bisa cor,” jelas Muhalip.
Muhalip juga menambahkan bahwa adanya keterlambatan pengerjaan ini akan dikenakan denda sesuai perjanjian.
“Denda itu dihitung sehari seperseribu persen dari nilai proyek,” ujarnya.
Jembatan Ngerapak sangat penting bagi warga Kecamatan Praya Timur dan Pujut, karena menjadi satu-satunya jalur terdekat yang menghubungkan kedua kecamatan.
Banyak lahan pertanian warga Pujut berada di Kecamatan Praya Timur, begitu pula sebaliknya.
Warga Desa Bangket Parak mengungkapkan, tanpa jembatan Ngerapak, mereka terpaksa melewati jalur jauh melalui Desa Marong.
“Kalau tidak ada jembatan Ngerapak, kami harus melewati Desa Marong untuk ke sana. Waktu tempuhnya jauh, jadi jembatan ini sangat membantu kami,” kata salah seorang warga Desa Bangket Parak saat mengunjungi lokasi pembangunan.
Dengan progres yang terus berjalan, diharapkan jembatan ini dapat segera digunakan untuk mempermudah akses warga kedua kecamatan.