HUKRIM

Nyaris Makan Korban Jiwa, Kapolsek Prabarda Pimpin Penutupan Tambang Emas Ilegal di Gunung Kongbawi

Sasamboinside.com – Aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, akhirnya ditutup aparat kepolisian pada Senin (12/1/2026) sore.
Penutupan dilakukan setelah lubang galian ambruk dan menelan korban, tiga penambang dilaporkan mengalami luka-luka.
Salah seorang korban bahkan mengalami patah kaki dan harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Kapolsek Praya Barat Daya (Prabarda), IPDA Aswina Anggara turun langsung memimpin penutupan lokasi bersama anggotanya.
Aparat membubarkan aktivitas warga di sekitar titik penambangan, sekaligus memasang garis polisi agar masyarakat tidak kembali melakukan penambangan.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Aktivitas penambangan ilegal tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Kondisi tanahnya labil dan berada dekat jurang, sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujar IPDA Aswina Anggara.
Menurutnya, lokasi tambang berada di kawasan hutan produksi milik Pemerintah Provinsi NTB dengan karakter tanah yang mudah longsor.
Risiko inilah yang diduga memicu ambruknya lubang galian hingga melukai para penambang.
Begitu menerima laporan kecelakaan, polisi langsung menuju lokasi, menghentikan seluruh aktivitas tambang, dan mengevakuasi warga dari area rawan.
Imbauan larangan sebelumnya dinilai belum sepenuhnya diindahkan warga sehingga langkah penutupan terpaksa diambil.
“Penutupan ini kami lakukan sebagai langkah tegas demi keselamatan masyarakat. Kami sudah berulang kali memberikan imbauan dan larangan, namun masih ada yang nekat melakukan penambangan secara ilegal,” tegasnya.
Selain memakan korban, aktivitas tambang emas ilegal disebut berdampak pada kerusakan lingkungan.
Risiko longsor, banjir, dan rusaknya ekosistem hutan kini menjadi perhatian aparat.
IPDA Aswina menegaskan, pengawasan akan diperketat terhadap tambang emas ilegal tersebut.
“Kami akan meningkatkan patroli dan pengawasan di lokasi ini. Apabila masih ditemukan aktivitas penambangan ilegal, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Dengan penutupan tersebut, Aswina berharap tidak ada lagi warga yang mempertaruhkan nyawa demi menggali emas di lokasi rawan bencana.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

217 Warga Binaan Rutan Praya Dapat Remisi HUT ke-81 RI, Didominasi Kasus Perlindungan Anak dan Narkotika

Sasamboinside.com - Sebanyak 217 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Praya, Lombok Tengah…

3 jam ago

Radikalisme Mengintai di Layar Ponsel, NTB Perkuat Literasi Digital

Sasamboinside.com - Kejaksaan Agung bersama sejumlah instansi terkait memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme terhadap…

18 jam ago

Demo di Kantor ATR/BPN Lombok Tengah Memanas, Massa Bakar Ban Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan

Sasamboinside.com - Aksi demonstrasi puluhan warga Rowok dan Mawun di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan…

19 jam ago

Motor Dicuri Saat Pemilik Beribadah, Puma Polda NTB Sikat Terduga Penadah

Sasamboinside.com — Unit Reaksi Cepat Puma Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB berhasil membongkar jaringan…

20 jam ago

Lalu Hizzi Resmi Pimpin Pordasi Pacu NTB, Siap Genjot Prestasi Kuda Pacu Menuju PON 2028

Sasamboinside.com – Lalu Hizzi S.Pd resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Persatuan Olahraga…

21 jam ago

Kick-off MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Bidik Rekor 145 Ribu Penonton

Sasamboinside.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama ITDC dan seluruh stakeholder resmi memulai…

1 hari ago