Berita

Hebat! Pemdes Lendang Ara Ubah Sampah Jadi Berkah

Sasamboinside.com – Masalah sampah yang selama ini menjadi “penyakit menahun” di Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, akhirnya mulai menemukan jalan keluar.
Setelah hampir lima tahun pemerintah desa dan warga berjibaku melawan tumpukan sampah, tahun 2026 resmi dicanangkan sebagai tahun transformasi bertema “Sampah Jadi Barokah”.
Kepala Desa Lendang Ara, Ayunan, S.Pd, M.Pd mengatakan, persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi sudah menyentuh kualitas hidup warga.
“Selama lima tahun kami berjuang. Mulai dari kerja bakti hingga edukasi. Tahun ini kami ubah cara pandang, sampah tidak hanya dibuang, tapi diolah agar memberi manfaat,” ujarnya, 13/01/26.
Dalam lima tahun terakhir, kata Ayunan, perangkat desa dan masyarakat turun ke jalan setiap hari Jumat sudah menjadi rutinitas.
Program Jumat Bersih dijalankan konsisten untuk menekan volume sampah rumah tangga yang sempat menjadi keluhan utama warga.
Namun, kebiasaan bersih-bersih saja tidak cukup. Volume sampah terus meningkat seiring pertambahan penduduk.
“Dari sinilah Pemdes menyadari, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir, tetapi harus diurai sejak dari hulu, mulai dari kebiasaan membuang, memilah, hingga mengolah,” ujar Ayunan.
Memasuki 2026, Pemdes Lendang Ara melakukan lompatan baru. Desa mulai fokus pada pengelolaan sampah mandiri, bukan hanya mengandalkan tempat pembuangan sementara.
Pemilahan sampah organik–nonorganik, pengomposan skala rumah tangga, hingga pengelolaan bank sampah desa mulai diperkenalkan.
“Orientasinya berubah. Bukan sekadar bersih, tapi juga produktif. Sampah organik bisa jadi kompos, sampah anorganik bisa bernilai ekonomi,” kata Ayunan.
Lebih jauh dikatakan Ayunan, program “Sampah Jadi Barokah” ditopang oleh satu hal yang paling krusial, yakni dukungan penuh masyarakat.
Sosialisasi dilakukan dari dusun ke dusun, melibatkan tokoh agama, pemuda, dan kelompok perempuan.
Melalui pengelolaan yang baik, desa menargetkan dua hasil sekaligus, lingkungan lebih bersih dan peluang ekonomi baru dari pengolahan sampah.
Bank sampah diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus sumber tambahan penghasilan warga.
Kini, warga Lendang Ara mulai bisa bernapas lega. Bau tak sedap dan tumpukan sampah yang dulu mengganggu pandangan, perlahan berganti dengan lingkungan yang lebih asri.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May…

11 jam ago

Lintasarta Rayakan 38 Tahun Perjalanan, Hadirkan Komitmen Empowering Beyond untuk Indonesia

Memperingati 38 tahun perjalanan transformasinya, Lintasarta, menegaskan peran sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan…

11 jam ago

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah…

13 jam ago

Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Stanley Nathanael Wijaya, mahasiswa Computer Science dari…

13 jam ago

Emas Berpotensi Melonjak ke 4.740, Ini Pemicunya

Harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu (6/5) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan,…

14 jam ago

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi berekspansi ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026…

16 jam ago