Berita

Miq Iqbal Temui Korban Gempa NTT

Sasamboinside.com – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menemui langsung masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur, Kamis (20/8).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari solidaritas Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN), yang kali ini diwujudkan dengan hadir langsung di tengah warga yang masih bertahan di pengungsian.

Di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, suasana pascagempa masih terasa.

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, sementara warga belum berani kembali ke rumah karena khawatir terhadap gempa susulan.

Kepada kedua gubernur, warga menyampaikan kebutuhan mendesak selama berada di pengungsian, terutama air bersih dan bahan makanan.

Gubernur Miq Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi bencana membuat masyarakat NTB memahami apa yang sedang dirasakan warga NTT.

Karena itu, kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat NTT memiliki saudara yang ikut merasakan dan siap menguatkan.

“Kami di NTB juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang Bapak dan Ibu rasakan saat ini. Kami memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semua. Tapi kita harus sabar, kuat dan tetap semangat,” ujar Miq Iqbal.

Ia meminta masyarakat tetap tabah menghadapi masa sulit dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit.

“Kami datang sebagai saudara. Kami membawa pesan dari masyarakat NTB bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri. Kita kuat, ya. Kita hadapi ini dengan semangat untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Kehadiran dua gubernur tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa KR-BNN tidak berhenti sebagai kerja sama antarpemerintah daerah. Dalam situasi bencana, hubungan tiga provinsi bertetangga itu bergerak menjadi solidaritas kemanusiaan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan NTB dan Bali yang hadir langsung membantu masyarakat NTT.

Namun, setelah bertemu warga, Melki harus kembali lebih dahulu ke Labuan Bajo untuk mempersiapkan agenda penyambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di salah satu lokasi terdampak gempa.

Sebelum berpisah, Melki menitipkan salam kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang selanjutnya dikunjungi Miq Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB.

Kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan Miq Iqbal ke lima titik pengungsian.

Di setiap lokasi, ia menyapa warga, berdialog dengan pengungsi, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus menyerahkan bantuan berupa logistik, selimut, terpal, dan nasi bungkus.

Kehadiran Gubernur juga menjadi perhatian bagi anak-anak pengungsi.

Di sela kunjungan, Miq Iqbal menyempatkan diri bercengkerama dengan mereka sambil membagikan roti, susu, dan cokelat.

Anak-anak yang sebelumnya berada dalam suasana pengungsian tampak lebih ceria ketika mendapat perhatian langsung dari Gubernur.

Bagi Miq Iqbal, perhatian terhadap anak-anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan logistik.

Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung, tetapi juga rasa aman dan dukungan moral agar masyarakat, terutama anak-anak, perlahan dapat keluar dari trauma.

Kepala Dinas Kominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, Kepala BPBD NTB Sadimin, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Hamzi Fikri, Kepala Biro Kesra Setda NTB H. Amir, serta Tim Solidaritas KR-BNN NTB turut mendampingi kunjungan tersebut.

Miq Iqbal dan Gubernur Melki sebelumnya tiba di Manggarai Timur menggunakan helikopter TNI AD jenis Bell 412 ER HA-5185 dari Bandara Komodo Labuan Bajo, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung kondisi wilayah dan masyarakat terdampak gempa.

Di sela rangkaian kunjungan, Miq Iqbal juga menyempatkan makan siang bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB di Dapur Umum Lapangan Tagana NTB yang diperkuat personel dari Kota dan Kabupaten Bima.

Peninjauan lima titik pengungsian berlangsung hingga menjelang Magrib.

Setelah itu, Gubernur kembali ke Posko Tim Solidaritas KR-BNN NTB di halaman SMPN 1 Lamba Leda.

Kehadiran NTB di Manggarai Timur menegaskan bahwa solidaritas tidak cukup hanya disampaikan dari jauh.

Ia harus hadir dalam bentuk kehadiran, bantuan, perhatian, dan keberanian untuk berdiri bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Bagi KR-BNN, inilah makna persaudaraan yang sesungguhnya: ketika NTT terluka, Bali dan NTB datang menguatkan; ketika masyarakat sedang berjuang untuk bangkit, saudara-saudaranya berdiri di samping mereka.(Ftr)

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Terjual 75 Persen, Penyelenggara Bidik Dampak Ekonomi Rp 4,5 Triliun

Sasamboinside.com – Pertamina International Circuit Mandalika dinyatakan siap menggelar Pertamina Grand Prix of Indonesia atau…

5 jam ago

2.500 Pekerja dan Volunteer MotoGP Mandalika Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sasamboinside.com – Lebih dari 2.500 pekerja dan volunteer yang terlibat dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix…

5 jam ago

160 Shuttle Disiapkan untuk MotoGP Mandalika, Ada Bus Khusus Disabilitas

Sasamboinside.com – Kelancaran mobilitas penonton menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix…

6 jam ago

Jelang MotoGP Mandalika, 200 Bikers Ramaikan Watch Party di Mataram

Sasamboinside.com – Antusiasme menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 semakin terasa di Nusa Tenggara…

1 hari ago

Logistik MotoGP Mulai Masuk Lombok, Polisi Pantau Jalur Lembar-Mandalika

Sasamboinside.com — Jelang MotoGP Mandalika 2026, polisi memperkuat patroli di kawasan Pelabuhan Barang Lembar, Lombok…

1 hari ago

Praya Borong Gelar Juara, Sabet Juara Umum Festival LASQI Lombok Tengah 2026

Sasamboinside.com — Kecamatan Praya meraih juara umum Festival LASQI Nusantara Jaya Tahun 2026 Tingkat Kabupaten…

1 hari ago