Berita

Maraknya Wisuda Instan di Lombok Tengah, Pendidikan atau Bisnis Ijazah?

Sasamboinside.com – Lombok Tengah tengah dihebohkan dengan fenomena “wisuda instan” yang dilakukan tanpa melalui proses perkuliahan sebagaimana mestinya.

Dugaan adanya praktik jual beli ijazah semakin kuat setelah beberapa oknum anggota DPRD dan kader partai politik terseret dalam kasus ijazah palsu.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan kredibilitas sejumlah perguruan tinggi yang mengadakan wisuda tanpa ada aktivitas akademik yang jelas.

Sekjen DPP Badan Advokasi Rakyat Indonesia (BARINDO), Mahrup, SH, menyoroti fenomena ini dengan keras.

Menurutnya, lembaga pendidikan yang menggelar wisuda tanpa perkuliahan telah mencoreng dunia akademik dan merusak moralitas intelektual masyarakat.

Mahrup mengungkapkan bahwa sejumlah perguruan tinggi di Lombok Tengah diduga memfasilitasi “wisuda instan” dengan menarik biaya antara Rp10 juta hingga Rp25 juta per orang.

Praktik ini diyakini telah berlangsung bertahun-tahun dengan jumlah wisudawan mencapai 100 hingga 150 orang per tahun.

“Banyak yang mendadak jadi sarjana, padahal kesehariannya kita tahu mereka bekerja sebagai kolektor atau kepala desa. Kapan mereka kuliah? Tiba-tiba berangkat wisuda tanpa pernah terlihat di ruang kuliah,” ujarnya penuh keheranan.

Mahrup menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya mencoreng dunia pendidikan tetapi juga merupakan tindakan pidana.

Ia merujuk pada Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mengancam pelaku penerbitan ijazah ilegal dengan hukuman penjara hingga 10 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

Lebih jauh, ia meminta aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dalang di balik maraknya wisuda tanpa perkuliahan ini.

Jika dibiarkan, praktik ini akan semakin merusak tatanan pendidikan di Indonesia dan melahirkan generasi instan yang mengandalkan uang untuk mendapatkan gelar akademik tanpa kompetensi yang layak.

Masyarakat pun dihimbau untuk lebih kritis dalam memilih institusi pendidikan agar tidak terjebak dalam praktik yang merugikan dunia akademik dan masa depan bangsa.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Giant Helmet Ramaikan Bundaran HI Jelang MotoGP Mandalika

Sasamboinside.com - Semangat menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 semakin terasa di tengah masyarakat.…

1 jam ago

Samara Lombok Borong 2 Penghargaan Bergengsi di Indonesia Real Estate Awards 2026

Sasamboinside.com — Resort terpadu Samara Lombok tampil sebagai salah satu pemenang utama dalam gelaran Indonesia…

23 jam ago

Vanili NTB Tembus AS, Kemiri Menyusul ke Jepang: Komoditas Desa Mulai Mendunia

Sasamboinside.com - Komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memperluas jejaknya di pasar global. Ekspor…

3 hari ago

Komisi IX DPR RI Soroti 1.327 Kasus PMI Bermasalah Asal NTB, Perlindungan Diminta Tak Berhenti di Pemulangan

Sasamboinside.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Komisi IX DPR RI memberikan sorotan…

3 hari ago

Polda NTB Siagakan 2.667 Personel Kawal MotoGP Mandalika 2026

Sasamboinside.com — Polda NTB menyiagakan 2.667 personel untuk mengamankan gelaran MotoGP Mandalika 2026. Pengamanan disiapkan…

3 hari ago

Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Anak, Sekolah Diminta Jadi Ruang Aman

Sasamboinside.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW)…

4 hari ago