Berita

Hearing DPRD Loteng, Petani dan LAUK Soroti Distribusi Pupuk Bersubsidi

Sasamboinside.com – Puluhan petani dari berbagai desa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Lombok Ate Untuk Kemanusiaan (LAUK) menggelar hearing di Kantor DPRD Loteng, Senin (19/1/2026).
Hearing ini digelar untuk menyampaikan keluhan serius terkait distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai masih bermasalah di tingkat petani.
LAUK mendampingi kelompok tani dalam forum hearing tersebut sebagai bentuk advokasi terhadap hak-hak petani.
Dalam penyampaiannya, perwakilan petani membeberkan berbagai persoalan mulai dari keterlambatan distribusi hingga harga pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ketua Lombok Ate Untuk Kemanusiaan (LAUK), Hamzan Hadi, menyebut distribusi pupuk ke kelompok tani kerap terlambat hingga 18 hari dari jadwal seharusnya.
Kondisi ini membuat petani terlambat melakukan pemupukan dan berpotensi menurunkan hasil panen.
Selain keterlambatan, petani juga mengeluhkan mahalnya harga pupuk di tingkat pengecer.
“Pupuk tidak mau diserahkan oleh pengecer kalau ditebus sesuai HET Rp112.500 per karung atau Rp2.250 per kilogram. Kami dipaksa membeli di harga Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per karung,” kata Hamzan dalam hearing tersebut.
Hamzan juga menyoroti penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang kerap tidak melibatkan ketua kelompok tani. Akibatnya, data kebutuhan pupuk tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, Ia menilai lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah memperparah persoalan ini.
Menurutnya, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang diketuai Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, belum menjalankan tugas pengawasan secara maksimal meski melibatkan unsur TNI, Polri, dan dinas teknis terkait.
Selain itu, LAUK dan petani juga menyoroti minimnya jumlah penyuluh pertanian, saat ini satu penyuluh harus menangani hingga tiga desa akibat perubahan kewenangan ke pemerintah pusat.
Petani berharap ada penyegaran dan penambahan penyuluh agar pelayanan di tingkat desa lebih optimal.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainal Arifin, mengatakan aturan mengharuskan kelompok tani menebus pupuk langsung ke pengecer, termasuk melalui mekanisme surat kuasa.
Ia mengakui masih adanya praktik pembagian pupuk di kantor desa dan akan melakukan evaluasi.
“Izinkan kami bekerja memperbaiki kekeliruan dan kekurangan yang dirasakan petani di tingkat bawah,” ujar Zainal.
Dinas Pertanian Lombok Tengah berjanji akan membenahi sistem distribusi pupuk bersubsidi serta menggandeng petani dan LAUK untuk mengawal penyaluran agar pupuk diterima tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat harga.
Heriadi

Recent Posts

Ahmad Syamsul Hadi Jadikan Batunyala dan Jurang Jaler Proyek Percontohan Reses Bersama BPD

Sasamboinside.com – Desa Batunyala dan Jurang Jaler di Kecamatan Praya Tengah menjadi proyek percontohan kolaborasi…

3 jam ago

Reses di Kopang, Dewan Ferdi Tampung Beragam Aspirasi Warga

Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur jalan dan ancaman luapan sungai saat musim hujan masih menjadi perhatian…

17 jam ago

Wakil Ketua DPRD Loteng, Uhibbussa’adi Serap Aspirasi Warga Desa Bujak

Sasamboinside.com – Persoalan air bersih dan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan masyarakat…

18 jam ago

Belum Dilantik, Kades Terpilih Kelebuh Sudah Titip Aspirasi Pembangunan ke DPRD

Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Kelebuh,…

18 jam ago

Reses Dewan Maulidi Jadi Ajang Curhat Masyarakat

Sasamboinside.com — Suasana reses anggota DPRD Lombok Tengah, Maulidi, di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut,…

18 jam ago

MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, ITDC Apresiasi Kontribusi Media NTB

Sasamboinside.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengapresiasi kontribusi…

2 hari ago