Pelaku menggunakan nomor tersebut untuk menipu warga dengan meminta sejumlah uang.
Modus pelaku adalah mengirim pesan melalui WhatsApp, berpura-pura menjadi Bupati Pathul Bahri.
Dalam pesannya, pelaku meminta bantuan untuk mentransfer uang sebesar Rp 10 juta dengan alasan mobile banking sedang eror.
“Assalamualaikum boleh minta tolong ini lagi ada keperluan mau transfer 10jt mbengking lgi error gbisa dibuka bisa bantu transfer dulu insyaallah nanti diganti kalau bisa tiang kirim no rekening nya,” demikian isi pesan yang beredar di kalangan masyarakat.
Menanggapi kejadian ini, Bupati Pathul Bahri segera memberikan klarifikasi.
“Nomor HP saya kena hack. Masyarakat jangan percaya dengan isi pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp itu, itu penipuan,” tegasnya.
Bupati Pathul Bahri mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Jika ada pesan atau telepon yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta uang, ia meminta agar warga tidak langsung percaya.
Ia menyarankan agar masyarakat segera mengonfirmasi langsung kepadanya untuk memastikan kebenarannya.
“Kalau suatu saat ada yang dapat pesan ataupun telepon yang meminta sejumlah uang, sebaiknya jangan percaya atau setidaknya konfirmasi kebenarannya kepada saya,” tutupnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) resmi bergabung sebagai co-host untuk Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Hal ini…
FLOQ dan ISMAYA berkolaborasi, pengguna FLOQ kini dapat menikmati diskon hingga 10% di berbagai outlet…
Sasamboinside.com - Sebanyak 1.121 anggota Kepolisian Resor Lombok Tengah menjalani tes urine secara mendadak/dadakan sebagai…
Sasamboinside.com – PT Bank NTB Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan…
BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by…
Persiapan sebelum memesan: ukuran, bahan, dan tujuan Sebelum memesan banner melalui supplier x banner online pastikan Anda…