Pariwisata

Bukan Sekadar Indah, Desa Wisata Lantan Buktikan Pariwisata Terbaik Lahir dari Kearifan Lokal

Sasamboinside.com – Desa Wisata Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, kembali menunjukkan keseriusannya menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat terbaik di Indonesia.

Hal itu terlihat saat Dewan Juri Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan visitasi lapangan dalam rangka penilaian ajang Desa Wisata, Kamis (23/7/2026).

Visitasi tersebut bukan sekadar agenda penilaian administratif.

Dewan juri diajak menyelami langsung bagaimana masyarakat Desa Lantan mengelola potensi alam, budaya, dan tradisi menjadi produk wisata yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga identitas lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai strategi pengelolaan dan pengembangan Desa Wisata Lantan.

Dalam sesi tersebut, pengelola memaparkan konsep pembangunan pariwisata yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta inovasi berbasis potensi desa.

Usai pemaparan, dewan juri diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan yang menjadi bagian dari paket wisata Desa Lantan.

Salah satu pengalaman yang menarik perhatian adalah Cooking Class, di mana para juri berkesempatan mengolah langsung kuliner khas masyarakat setempat menggunakan bahan-bahan lokal.

Aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa wisata di Desa Lantan tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman yang melibatkan wisatawan secara langsung.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Pojok Digital Gumi Lantan, sebuah ruang inovasi yang memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi, informasi, hingga pelayanan wisata.

Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti bahwa desa wisata mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan karakter budaya lokal.

Tidak berhenti di situ, dewan juri juga menyaksikan proses pengolahan kopi tradisional yang masih dipertahankan masyarakat.

Mulai dari proses penyangraian biji kopi hingga penyeduhan secara manual, seluruh tahapan dilakukan dengan mempertahankan teknik turun-temurun yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Lantan.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam visitasi adalah ketika rombongan menuju Air Terjun Babak Pelangi.

Selain menikmati panorama alam yang masih asri, dewan juri juga diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai permainan tradisional yang telah dikemas sebagai atraksi wisata.

Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik Desa Lantan tidak hanya bertumpu pada keindahan alam semata, tetapi juga pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang tetap lestari.

Wisatawan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut merasakan kehidupan desa yang autentik.

Dari keseluruhan rangkaian visitasi, dewan juri memperoleh gambaran bahwa pembangunan pariwisata berkualitas tidak selalu identik dengan fasilitas mewah atau investasi bernilai besar.

Sebaliknya, kekuatan utama Desa Wisata Lantan justru terletak pada kemampuannya mengoptimalkan potensi lokal, mengangkat budaya, tradisi, alam, serta kehidupan masyarakat menjadi pengalaman wisata yang unik, berkesan, dan berkelanjutan.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Lantan, Sri Trisnadewi mengatakan, seluruh pencapaian yang dirasakan hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, hingga masyarakat yang terus menjaga semangat gotong royong.

“Kami percaya bahwa keberhasilan membangun desa wisata tidak dapat dicapai sendirian. Gotong royong, kepercayaan, dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Desa Lantan berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, keseimbangan antara pelestarian budaya, konservasi alam, dan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan desa wisata.

Visitasi Dewan Juri Kementerian Pariwisata RI ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Desa Wisata Lantan untuk semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan nasional.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, Desa Lantan ingin membuktikan bahwa masa depan pariwisata Indonesia bertumpu pada desa-desa yang mampu menjaga keaslian budaya, memberdayakan masyarakat, dan mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Dengan konsep tersebut, Desa Wisata Lantan menghadirkan pesan kuat bahwa pariwisata terbaik bukanlah yang paling megah, melainkan yang mampu membuat setiap pengunjung pulang membawa pengalaman, cerita, dan kedekatan dengan kehidupan masyarakat lokal.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Lima Pengurus Dilantik Serentak, FN PORDASI NTB-Pacu Bidik NTB Jadi Barometer Pacuan Kuda Nasional

Sasamboinside.com - Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pacu (FN PORDASI PACU) Nusa Tenggara…

1 hari ago

Dari Kingsman Hingga Plaza, Empat Hiburan Malam Digugat di PN Mataram

Sasamboinside.com - Sejumlah advokat yang tergabung dalam Seniman Hukum Law Firm melayangkan gugatan terhadap Pemerintah…

1 hari ago

Laskar Sasak Sapa 160 Anak Yatim di Jonggat, Gaungkan Semangat “Saling Tunah, Saling Kangen”

Sasamboinside.com– Semangat berbagi dan kepedulian kembali digaungkan Laskar Sasak melalui kegiatan "Road Show Bakti Sosial…

2 hari ago

Polisi Olah TKP Kematian 3 Warga di Sumbawa, Aktivitas Pertambangan Ikut Didalami

Sasamboinside.com – Kepolisian melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait meninggalnya 3 orang warga yang…

2 hari ago

Putri Mahkota Swedia Terpukau Kearifan Karang Bajo Menjaga Hutan, Mata Air dan Budaya

Sasamboinside.com - Kearifan masyarakat Desa adat Karang Bajo dalam menjaga hutan, sumber mata air, dan…

2 hari ago

Calon Kades Pengadang Bung Yakub Tegaskan Santunan Yatim Piatu Jadi Agenda Berkelanjutan

Sasamboinside.com — Calon Kepala Desa Pengadang, Muh. Yakub Kuswara, S.Sos., menggelar aksi sosial dengan menyapa…

2 hari ago