Peristiwa

Belum Bayar Sewa 9 Bulan, Dapur MBG di Desa Puyung Disegel

Sasamboinside.com – Operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mendadak terganggu setelah bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Teguh Jonggat di Desa Puyung disegel pemilik lahan, Selasa (26/5/2026).

Penyegelan dilakukan lantaran pihak pengelola disebut menunggak pembayaran sewa tanah dan bangunan yang telah digunakan sebagai dapur MBG.

Pemilik lahan, Samsudin, mendatangi langsung lokasi dapur MBG dengan memasang gembok di pintu pagar bangunan.

Dapur itu diketahui dikelola oleh Yayasan Future Farmers of Indonesia (FFI).

“Silakan keluar dari bangunan ini karena ini milik saya,” ujar Samsudin di lokasi saat meminta Nadil, adik mitra pengelola yang masih berada di dalam gedung, untuk meninggalkan bangunan.

Namun, Nadil memilih tetap bertahan di dalam meski akses pagar telah dikunci dari luar oleh pemilik lahan.

Kuasa hukum pemilik lahan, Rodi Fatoni SH, mengatakan, langkah penyegelan dilakukan setelah pihaknya beberapa kali melayangkan somasi kepada mitra pengelola, tetapi tidak mendapat tanggapan.

“Sudah disomasi untuk menyelesaikan sewanya, namun tidak direspon bahkan sulit ditemui,” kata Rodi kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, berdasarkan perjanjian kerja sama, nilai kontrak sewa tanah dan bangunan untuk operasional dapur MBG tersebut mencapai Rp900 juta untuk jangka waktu tiga tahun.

Pembayaran disepakati dilakukan dalam tiga termin. Namun hingga kini, pihak pemilik lahan mengaku belum menerima pembayaran sama sekali dari mitra pengelola.

Koordinator Wilayah SPPG Lombok Tengah, Ihsan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait penyegelan dapur MBG di Jonggat tersebut.

“Laporan dari kecamatan sudah kami terima dan sedang dalam proses verifikasi. Kami sudah laporkan ke Kareg untuk ditindaklanjuti ke pimpinan pusat,” katanya.

Sementara itu, Korcam Jonggat mengaku belum mengetahui secara rinci duduk persoalan antara pengelola dapur dan pemilik lahan.

“Saya juga kurang tahu kronologinya, karena ini permasalahan antara mitra dengan pemilik lahan,” ujarnya.

Sedangkan Mitra dan Pengelola SPPG Teduh Jonggat yang dikonfirmasi wartawan sasamboinside.com belum memberikan tanggapan hingga berita ini terbit.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting di NTB, Tegaskan Air Harus Sampai ke Petani

Sasamboinside.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa…

5 jam ago

Merasa Dikriminalisasi, Kuasa Hukum Pimpinan Ponpes Rosudatussaulatiyah, TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah Siapkan Praperadilan

Sasamboinside.com – Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Wathan (LEBAH NW), Muhammad Ikhwan atau yang akrab…

6 jam ago

Tragedi Santri Terbakar di Loteng, Pimpinan Ponpes dan Seorang Santri Resmi Jadi Tersangka

Sasamboinside.com – Setelah melalui penyelidikan selama lebih dari satu bulan, Satreskrim Polres Lombok Tengah akhirnya…

6 jam ago

RIMO RUN 2026 Semarakkan HUT Ke-62 Bank NTB Syariah, Wujudkan Semangat Transformasi dan Gaya Hidup Sehat Bersama Masyarakat

Sasamboinside.com – PT Bank NTB Syariah sukses menyelenggarakan RIMO RUN 2026 sebagai salah satu rangkaian…

15 jam ago

Target Emas! PSOI Lombok Tengah Optimistis Enam Atlet Selancar Taklukkan Porprov NTB 2026

Sasamboinside.com - Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Lombok Tengah memasang target tinggi pada ajang…

2 hari ago

Loteng Bidik 120 Emas di Porprov NTB 2026, 702 Atlet Dilepas Penuh Semangat di Family Gathering KONI

Sasamboinside.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah menggelar family gathering bersama kontingen…

2 hari ago