Pariwisata

Balap Sampan Tradisional Bak Penonton WSBK di Sirkuit Mandalika

Sasamboinside.com – Asisten II Setda Lombok Tengah (Loteng), H. Lendek Jayadi, dibuat terperangah melihat lautan penonton yang memadati arena balap sampan tradisional di Sungai Geleger dan Laku, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat tak kalah dengan penonton ajang bergengsi World Superbike Championship (WSBK) di Sirkuit Mandalika beberapa tahun lalu.
“Balap sampan ini menghipnotis penonton seperti MotoGP atau WSBK. Saya tidak membayangkan penontonnya akan sesesak ini. Ini adalah balap sampan pertama di Lombok Tengah,” kata Lendek saat membuka kegiatan, Senin (19/5/2025).
Pemandangan luar biasa terlihat di lokasi. Ribuan warga dari berbagai penjuru memenuhi pinggiran sungai, bahkan sebagian menonton dari atas jembatan karena tak kebagian tempat.
Tak hanya itu, sejumlah warga turut menyaksikan perlombaan dari atas sampan. Dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, semua larut dalam euforia balap sampan pertama yang digelar di Lombok Tengah.

Lendek menyebut event ini sebagai “efek kejut” yang luar biasa dan memiliki potensi besar untuk dijadikan agenda tahunan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Loteng setiap bulan Oktober.
Ia pun berharap penyelenggaraan ke depan bisa lebih terorganisir, apalagi momen ini bertepatan dengan pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
“Orang yang menonton MotoGP itu bisa juga datang ke sini menonton balap sampan ini. Kelola keramaian dengan baik agar wisatawan betah dan ekonomi masyarakat ikut terangkat,” tambahnya.
Event yang dijadwalkan berlangsung dari 19 hingga 22 Mei 2025 ini diinisiasi oleh Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) bersama warga.
Sebanyak 50 peserta dari berbagai kelurahan seperti Prapen, Sasake, dan Tiwugalih ikut ambil bagian.
Direktur FP4, Habbiburrahman, menegaskan bahwa balap sampan bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya nyata untuk mempromosikan wisata air di kawasan aliran Bendungan Batu Jai.
“Ini adalah cara kita memperkenalkan destinasi wisata Sungai Geleger dan Laku sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, balap sampan ini bisa menjadi bagian dari strategi bersama dalam mengentaskan kemiskinan.
“Balap sampan ini adalah cara kita bersama membantu pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan. Sebab, mengatasi kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkas Habbiburrahman.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, balap sampan tradisional ini diproyeksikan menjadi ikon wisata budaya baru di Lombok Tengah.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

217 Warga Binaan Rutan Praya Dapat Remisi HUT ke-81 RI, Didominasi Kasus Perlindungan Anak dan Narkotika

Sasamboinside.com - Sebanyak 217 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Praya, Lombok Tengah…

2 jam ago

Radikalisme Mengintai di Layar Ponsel, NTB Perkuat Literasi Digital

Sasamboinside.com - Kejaksaan Agung bersama sejumlah instansi terkait memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme terhadap…

17 jam ago

Demo di Kantor ATR/BPN Lombok Tengah Memanas, Massa Bakar Ban Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan

Sasamboinside.com - Aksi demonstrasi puluhan warga Rowok dan Mawun di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan…

18 jam ago

Motor Dicuri Saat Pemilik Beribadah, Puma Polda NTB Sikat Terduga Penadah

Sasamboinside.com — Unit Reaksi Cepat Puma Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB berhasil membongkar jaringan…

19 jam ago

Lalu Hizzi Resmi Pimpin Pordasi Pacu NTB, Siap Genjot Prestasi Kuda Pacu Menuju PON 2028

Sasamboinside.com – Lalu Hizzi S.Pd resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Persatuan Olahraga…

20 jam ago

Kick-off MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Bidik Rekor 145 Ribu Penonton

Sasamboinside.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama ITDC dan seluruh stakeholder resmi memulai…

1 hari ago