Berita

Ahmad Syamsul Hadi Jadikan Batunyala dan Jurang Jaler Proyek Percontohan Reses Bersama BPD

Sasamboinside.com – Desa Batunyala dan Jurang Jaler di Kecamatan Praya Tengah menjadi proyek percontohan kolaborasi anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi, dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menjaring aspirasi masyarakat.

Melalui kerja sama ini, reses tidak hanya menjadi ruang bagi wakil rakyat mendengar keluhan warga, tetapi juga melibatkan lembaga desa yang memahami kebutuhan masyarakat secara lebih rinci.

Kolaborasi tersebut diterapkan Ahmad dalam agenda reses masa persidangan kesatu tahun 2026/2027.

BPD Batunyala dan BPD Jurang Jaler memfasilitasi pertemuan dengan menghadirkan berbagai unsur masyarakat, termasuk warga dari desa-desa tetangga di Kecamatan Praya Tengah.

Ahmad menilai, keterlibatan BPD dapat membuat proses penyerapan aspirasi lebih terarah karena lembaga tersebut memiliki pemahaman langsung mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

“Kita semua tahu, BPD itu tugas dan fungsinya sama dengan DPRD walaupun levelnya berbeda, desa dan kabupaten. Nah, kenapa tidak kita bersinergi untuk memetik aspirasi dari masyarakat. Bahkan usul saran dari BPD itu sendiri, karena sangat paham detail kebutuhan masyarakatnya di desa,” jelas Ahmad usai reses di Desa Jurang Jaler, Sabtu (31/10/2026).

Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah itu mengatakan, BPD perlu mendapatkan ruang yang lebih luas untuk menjalankan fungsinya.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan DPRD, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Menurut dia, keterlibatan BPD dalam kegiatan reses dapat memperjelas alur penyampaian aspirasi sekaligus memperkuat posisi lembaga desa dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Alangkah baiknya, DPRD Provinsi bahkan RI juga bermitra dengan BPD secara bersama-sama dalam menjaring aspirasi masyarakat. Jadi alurnya lebih jelas, juga ini akan membuat lembaga desa tersebut jadi lebih hidup,” katanya.

Ahmad menilai, aspirasi yang disampaikan melalui BPD memiliki nilai tawar tersendiri karena mencerminkan kebutuhan masyarakat desa secara lebih luas.

“Tentu aspirasinya akan menjadi perhatian lebih, sebab itu mewakili desa secara keseluruhan sebab mereka adalah representasi masyarakat desanya,” ujarnya.

Dalam reses di Desa Batunyala, Jumat (30/10/2026), Ketua BPD Batunyala, Zaenudin, mengungkapkan persoalan ketersediaan air bersih yang masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Selain kebutuhan air bersih, warga juga mengharapkan perbaikan saluran irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian.

“Warga kami sangat membutuhkan air, keinginan agar ada program sumur bor itu sudah lama kami idam-idamkan. Selain itu untuk pertanian, saluran air agar kiranya bisa diperbaiki, panjang sekali kurang lebih 1.500 meter itu bisa menjadikan puluhan hektar sawah menjadi lebih produktif,” kata Zaenudin.

Sementara itu, Ketua BPD Jurang Jaler, Budiman, menyampaikan persoalan kerusakan embung yang selama ini menjadi penampung air untuk kebutuhan pertanian.

Ia juga menyoroti perlunya penataan lingkungan dan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran desa.

“Selain penataan lingkungan yang memang sangat perlu, kami juga melihat embung banyak yang rusak. Mohon ini bisa jadi atensi pemerintah, desa sudah hampir tidak punya Dana Desa (DD), jadi intervensi pemerintah mesti lebih masuk lagi dalam bentuk pembangunan, terutama untuk infrastruktur,” ujar Budiman dalam reses di Aula Desa Jurang Jaler, Sabtu (31/10/2026).

Berbagai usulan tersebut menjadi catatan bagi Ahmad untuk diperjuangkan melalui pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Ia mengatakan, reses tidak hanya bertujuan mengumpulkan aspirasi, tetapi juga memotret kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Terima kasih, ini menjadi masukan yang bagus buat saya nanti dalam rapat dengan pemda. Saya memang berharap masukan yang sebanyak-banyaknya, walaupun memang ada yang namanya prioritas, tapi capture kondisi wilayah dan masyarakat secara lebih luas dan detail tentu tetap kita butuhkan,” tegas Ahmad.

Melalui kolaborasi di Batunyala dan Jurang Jaler, Ahmad berharap sinergi antara DPRD dan BPD dapat menjadi pola baru dalam menjaring aspirasi masyarakat, sekaligus memperkuat peran lembaga desa dalam mengawal kebutuhan pembangunan di wilayahnya.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Reses di Kopang, Dewan Ferdi Tampung Beragam Aspirasi Warga

Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur jalan dan ancaman luapan sungai saat musim hujan masih menjadi perhatian…

17 jam ago

Wakil Ketua DPRD Loteng, Uhibbussa’adi Serap Aspirasi Warga Desa Bujak

Sasamboinside.com – Persoalan air bersih dan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan masyarakat…

17 jam ago

Belum Dilantik, Kades Terpilih Kelebuh Sudah Titip Aspirasi Pembangunan ke DPRD

Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Kelebuh,…

17 jam ago

Reses Dewan Maulidi Jadi Ajang Curhat Masyarakat

Sasamboinside.com — Suasana reses anggota DPRD Lombok Tengah, Maulidi, di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut,…

17 jam ago

MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, ITDC Apresiasi Kontribusi Media NTB

Sasamboinside.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengapresiasi kontribusi…

2 hari ago

ITDC dan PWI Lombok Tengah Bersinergi, Perkuat Promosi The Mandalika

Sasamboinside.com — Pengembangan kawasan pariwisata The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak cukup…

2 hari ago