Sasamboinside.com — Suasana reses anggota DPRD Lombok Tengah, Maulidi, di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, dan Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, berlangsung hangat.
Warga menyambut kedatangan wakil mereka di parlemen dengan antusias, bahkan tak segan melontarkan guyonan saat berdialog.
Kehadiran Maulidi di tengah masyarakat bukan hal yang asing bagi warga di daerah pemilihan (Dapil) III Praya Timur-Pujut tersebut.
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu dikenal rajin turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Kedekatan tersebut membuat suasana reses yang biasanya berlangsung formal dan kaku berubah menjadi ruang dialog yang lebih terbuka.
Warga pun leluasa menyampaikan kebutuhan mereka, mulai dari pengadaan fasilitas umum hingga penanganan ancaman banjir.
Dalam kegiatan reses yang berlangsung, sejumlah aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan kebutuhan dasar, seperti pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK), sumur bor, dan penataan lingkungan.
Di Desa Landah, khususnya Dusun Mendure, warga juga meminta pembangunan tanggul untuk mengantisipasi banjir yang kerap mengancam permukiman mereka setiap musim hujan.
Maulidi mengatakan, berbagai usulan tersebut akan ditampung dan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Lombok Tengah.
“Hasil serapan ini kita tampung dan nanti kita sampaikan saat paripurna,” kata Maulidi, Minggu, 1/11/2026.
Menurut ketua DPD PBB Kabupaten Lombok Tengah itu, aspirasi yang disampaikan masyarakat sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Sebagai warga asli Praya Timur yang memiliki keluarga dari wilayah Pujut, Maulidi mengaku cukup memahami kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Salah satu persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah keterbatasan akses air bersih.
Di sejumlah wilayah Dapil III, masyarakat telah menghadapi persoalan tersebut selama bertahun-tahun.
Karena itu, pembangunan sumur bor dinilai menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Selain itu, penataan lingkungan juga menjadi perhatian masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Penataan sejak dini dinilai penting untuk mencegah munculnya kawasan kumuh sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.
Sementara itu, usulan pembangunan tanggul di Dusun Mendure, Desa Landah, berangkat dari kekhawatiran warga terhadap banjir yang berulang setiap musim hujan.
Air kiriman dari wilayah hulu kerap mengancam permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap adanya pembangunan tanggul sebagai langkah perlindungan terhadap lingkungan dan rumah mereka.
Maulidi mengapresiasi usulan warga yang dinilainya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Seperti yang saya katakan di atas, wilayah Praya Timur-Pujut sebagian besar wilayahnya saya tahu kondisinya. Makanya saya salut dengan permintaan masyarakat. Sesuai dengan kebutuhan mereka, dan insyaallah di parlemen kami akan sampaikan dan mudah-mudahan satu per satu akan saya penuhi,” pungkasnya.
Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur jalan dan ancaman luapan sungai saat musim hujan masih menjadi perhatian…
Sasamboinside.com – Persoalan air bersih dan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan masyarakat…
Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Kelebuh,…
Sasamboinside.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengapresiasi kontribusi…
Sasamboinside.com — Pengembangan kawasan pariwisata The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak cukup…
Sasamboinside.com – Polresta Lombok Tengah menyiagakan 1.112 personel gabungan yang terdiri dari 590 personel Polresta…