Sasamboinside.com – Persoalan air bersih dan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan masyarakat Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.
Dua kebutuhan dasar tersebut mendominasi aspirasi warga saat Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H. Uhibbussa’adi, menggelar kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2026-2027.
Kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat itu berlangsung di Kampung Baru, Dusun Bareng Untung, Desa Bujak.
Sejumlah perwakilan masyarakat dari berbagai dusun di desa tersebut hadir untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam dialog bersama wakil rakyat tersebut, sedikitnya ada empat aspirasi utama yang mengemuka.
Selain kebutuhan pembangunan sumur bor dan perbaikan infrastruktur jalan, warga juga meminta perhatian terhadap pembinaan generasi muda serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kebutuhan sumur bor, perbaikan jalan, pembinaan pemuda, serta pengembangan UMKM menjadi aspirasi yang mengemuka dalam pertemuan tersebut,” jelas Uhibbussa’adi.
Bagi masyarakat Bujak, ketersediaan air bersih dan akses jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, melainkan berkaitan langsung dengan aktivitas dan kualitas kehidupan sehari-hari.
Tokoh agama setempat, H. Taufik, menilai pembangunan sumur bor dan pembenahan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
Sebab, kedua fasilitas tersebut merupakan kebutuhan mendasar yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat, Hanafi Hasan.
Dia menyebut persoalan jalan rusak dan sulitnya mendapatkan air bersih masih menjadi dua masalah paling mendesak yang membutuhkan penanganan.
Di sisi lain, kalangan pemuda juga berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Pembinaan generasi muda dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dinilai penting untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi desa.
Aspirasi tersebut disampaikan Muzakir yang berharap adanya perhatian lebih terhadap pemberdayaan pemuda dan pelaku usaha lokal.
Menanggapi berbagai masukan itu, Uhibbussa’adi menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui tugas dan fungsi DPRD.
Menurut dia, reses merupakan momentum bagi anggota legislatif untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, sekaligus mengetahui persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan di tingkat desa.
“Forum reses ini menjadi sarana menyerap masukan masyarakat secara langsung untuk kita bawa dalam pelaksanaan tugas DPRD,” tegasnya.
Politisi yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Batukliang dan Batukliang Utara itu menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga selanjutnya akan ditelaah dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.
Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran, sehingga aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan.
Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur jalan dan ancaman luapan sungai saat musim hujan masih menjadi perhatian…
Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Kelebuh,…
Sasamboinside.com — Suasana reses anggota DPRD Lombok Tengah, Maulidi, di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut,…
Sasamboinside.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengapresiasi kontribusi…
Sasamboinside.com — Pengembangan kawasan pariwisata The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak cukup…
Sasamboinside.com – Polresta Lombok Tengah menyiagakan 1.112 personel gabungan yang terdiri dari 590 personel Polresta…