Example floating
Example floating
IMG-20260526-WA0039

Reses di Desa Braim, Lalu Muhibban Tampung Aspirasi Jalan Rusak, Sumur Bor hingga Embung Pertanian

A-AA+A++

Sasamboinside.com – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhibban, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses di Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (8/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Braim Lauk 1 dan dihadiri warga Dusun Braim Lauk 2 tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak, mulai dari infrastruktur jalan, irigasi pertanian, sumur bor, hingga pengembangan embung.

IMG-20260417-WA0003

Kepala Desa Braim, Lalu Januarsa Atmaja, dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa ruang gerak pemerintah desa saat ini cukup terbatas akibat berkurangnya alokasi Dana Desa.

Menurutnya, sebagian anggaran desa dialihkan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih.

Namun, hingga saat ini pembangunan koperasi tersebut masih terkendala karena belum tersedianya lahan di Desa Braim.

“Kami berharap adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dan DPRD Provinsi NTB sehingga aspirasi masyarakat yang disampaikan malam ini dapat diperjuangkan dan direalisasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Braim Lauk 1, Juni, menyampaikan kondisi jalan utama menuju Dusun Braim Lauk 1 dan Braim Lauk 2 yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan perhatian segera.

Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan saluran irigasi serta pembangunan jalan lingkungan dan trotoar yang dapat menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Di sisi lain, Kepala Dusun Braim Lauk 2, Wildan, menyoroti persoalan ketersediaan air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Ia meminta agar pembangunan sumur bor menjadi prioritas, karena sumur bor yang ada saat ini tidak berfungsi optimal.

Disamping itu, Wildan juga mengusulkan embung yang ada di Dusun Braim 1 supaya diperbesar sehingga warga Dusun Braim 2 bisa menikmati air untuk pertanian.

“90 persen masyarakat kami menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian. Karena itu kami berharap embung yang ada di Dusun Braim Lauk 1 bisa diperbesar agar mampu menampung lebih banyak air dan mengaliri lahan pertanian di Dusun Braim Lauk 2,” katanya.

Selain kebutuhan infrastruktur dan pertanian, masyarakat juga menyampaikan permohonan bantuan terop untuk menunjang berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di desa.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Lalu Muhibban menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya di DPRD NTB.

Menurutnya, kondisi fiskal desa saat ini memang mengalami tantangan karena adanya pengurangan Dana Desa yang sebagian dialokasikan untuk program Koperasi Merah Putih.

“Kalau tidak ada sinergi antara pemerintah desa, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat, tentu banyak program yang menjadi kebutuhan masyarakat akan sulit terealisasi. Karena itu sinergi menjadi hal yang sangat penting,” ujar politisi daerah pemilihan NTB 7 tersebut.

Terkait usulan peningkatan jalan, Muhibban menyatakan pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan skala prioritas yang telah disepakati bersama.

Ia menegaskan tidak semua aspirasi dapat direalisasikan dianggaran perubahan tahun ini sehingga diperlukan penentuan program yang paling mendesak untuk didahulukan.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan kepala desa dan para kepala dusun untuk menentukan program yang paling urgen dikerjakan di Braim Lauk 1 maupun Braim Lauk 2,” jelasnya.

Untuk persoalan air bersih dan pertanian, Muhibban berjanji akan mengupayakan penambahan kedalaman sumur bor yang sudah ada hingga mencapai 80 sampai 90 meter guna meningkatkan debit air dan memperluas wilayah layanan.

Terkait perluasan embung, Lalu Muhibban meminta pemerintah desa dan masyarakat menyelesaikan terlebih dahulu persoalan administrasi maupun status lahan embung agar program yang diusulkan tidak terkendala di kemudian hari.

“Saya berharap masyarakat bermusyawarah dengan pemerintah desa terkait kondisi embung. Jika lahannya jelas dan tidak bermasalah, tentu akan lebih mudah diperjuangkan sehingga program yang turun nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, aspirasi terkait bantuan terop juga akan dibawa dan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk mendapat perhatian dalam program bantuan kemasyarakatan mendatang.

Example 120x600