Skrol untuk membaca pos
Screenshot_20260417_174341_Google
Example floating
Example floating

Bupati Pathul Buka Rakerda I PWI Lombok Tengah

A-AA+A++

Sasamboinside.com – Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip N.Ap, buka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Tengah (Loteng), Jumat 24 April 2026 di Raja Hotel Mandalika Lombok.

Dalam sambutanya, Bupati menyampaikan betapa pentingnya informasi yang komfrehensif disampaikan ke publik.

Karena bila disampaikan setengah – setengah, maka akan menimbulkan persefsi dan tafsiran serta pandangan yang berbeda dari masyarakat, yang malah tidak sesuai dengan pokok pemberitaan.

Selain itu, Bupati juga mengajak wartawan sesekali ikut dalam emosional untuk memberitakan sesuatu yang terkadang, luput dari pantauan publik, namun terjadi nayata di depan mata yang justeru berdampak tidak baik terhadap citra pemkab.

Dicontohkan bupati, Lombok Tengah yang hampir setiap minggu selalu saja ada masalah yang mencuat ke publik, yang menurut bupati hal itu pertanda kemajuan suatu daerah yang semuanya harus dicarikan jalan keluarnya.

“Seperti beberapa hari kemarin, ada demo nakes di Lombok Tengah. Tetapi yang ikut demo justeru dari wilayah tetangga, nah kalau ini mestinya wartawan ikut marah dan memberitakan,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati tekankan agar wartawan terus meningkatkan ilmunya agar apa yang ditulis memiliki korelasi dengan kutipan dari narasumber yang diwawancarai.

Karena, dirinya ungkap Bupati, punya pengalaman atas apa yang diucapkannya, lalu ditulis oleh wartawan, namun justeru komentarnya tidak ada korelasinya.

“Maksud saya, dalam memberitakan suatu persoalan, harus benar-benar dipahami konstruksi persoalannya sehingga aman dan nyaman ketika ditulis beritanya” imbuh Bupati.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP. Eko Yusmiarto, S.I.K. yang juga didaulat memberikan sambutan pada pembukaan tersebut, menyampaikan kesalahannya atas begitu banyaknya wartawan “Bodrex” yang memuat berita tanpa terkonfirmasi.

Wartawan-wartawan ini seringkali untuk menakut-nakuti masyarakat, dan juga menakut-nakuti pejabat. Selain itu, mereka juga dinilai kapolres tidak mendukung pembangunan daerah.

“Misalkan, nanti saat jelang MotoGP, beritanya hotel penuh, tidak aman. Jadi masyarakat luar yang akan datang ke sini jadi takut. Takut tidak dapat tempat menginap dan lainya,” kata Kapolres.

Dari pantauanya selama sekitar 3 musim mengikuti perhelatan motoGP imbuk Kapolres, walau terjadi peningkatan penonton yang signifikan, namun gaung dengan citra baik dalam pemberitaan menurun.

Hal itu nenyebabkan sejumlah Pejabat Tinggi Utama dan relasinya sebagai kapolres urungkan niatnya untuk datang akibat adanya pemberitaan yang kurang baik dan cenderung membuat masyarakat luar takut datang.

“Ini karena pemberitaan di Mandalika susah hotel, di Mandalika susah transportasi, di Mandalika mahal makanan,” ucap Kapolres.

Maka kedepan harap Kapolres, merupakan tugas bersama untuk memuat atau membantu memberitakan yang baik dan menarik, sehingga bisa mencapai tujuan menjadikan pers berkualitas untuk pariwisata berdaya saing di Lombok Tengah masmirah.

Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan