FKD Berharap Dugaan Kades Durian Aniaya Guru Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Sasamboinside.com – Sekretaris Jenderal Forum Kepala Desa (Sekjen FKD) Kabupaten Lombok Tengah, Suhaidi SE, angkat bicara terkait dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa Durian dengan salah satu guru Sekolah Dasar (SD).
Suhaidi berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.
Menurut Suhaidi, permasalahan yang terjadi disalah satu SD di Desa Durian, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah itu sebaiknya tidak diperkeruh oleh berbagai pihak yang berpotensi memperbesar konflik.
Apalagi, saat ini masyarakat masih berada dalam suasana Idul Fitri di bulan Syawal, yang identik dengan momentum saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.
“Harapan kami, persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan sampai menjadi bahan untuk mengadu domba, apalagi suasana masih Idul Fitri. Ini momentum yang baik untuk saling memaafkan,” ujar Suhaidi, Jumat, 3/4/26.
Ia menegaskan bahwa kedua belah pihak, baik Kepala Desa Durian maupun guru SD yang terlibat, diharapkan dapat menahan diri dan tidak saling mengklaim kebenaran masing-masing.
Menurutnya, sikap saling bersikeras justru berpotensi memperkeruh suasana dan membuka ruang bagi pihak-pihak lain untuk memprovokasi.
Suhaidi juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tingkat desa.
Ia menilai, jika persoalan ini terus berkembang tanpa penyelesaian yang bijak, dikhawatirkan akan menjadi “bola liar” yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Lebih baik kedua belah pihak duduk bersama, berbicara secara baik-baik, dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Itu jauh lebih bijak dibandingkan memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah di ruang publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong peran aktif pemerintah wilayah setempat, khususnya pihak kecamatan, untuk segera mengambil langkah mediasi.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sebagai fasilitator sangat penting untuk menjembatani komunikasi antara kedua pihak agar tercapai solusi yang adil dan damai.
“Kami berharap pemerintah kecamatan bisa memfasilitasi mediasi. Ini penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar dan bisa segera diselesaikan,” imbuhnya.
Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa Durian terhadap guru SD setempat menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah pihak menilai kejadian ini berpotensi menimbulkan polemik jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Namun demikian, FKD Lombok Tengah menekankan bahwa pendekatan kekeluargaan tetap menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain menjaga hubungan sosial, langkah ini juga dinilai mampu meredam potensi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Suhaidi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada mekanisme yang lebih bijak melalui dialog dan mediasi.
“Intinya, jangan sampai ini menjadi pemicu perpecahan. Mari kita jaga kebersamaan dan selesaikan dengan kepala dingin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *