Sasamboinside.com – Ratusan anak muda beradu cepat di lintasan lari 100 meter dalam ajang Runramadhan Cup Setia Polres Lombok Tengah.
Kegiatan ini akan digelar selama dua hari, 14 hingga 15 Maret 2026 didepan Mapolres Lombok Tengah.
Event ini tak sekadar lomba lari biasa. Polres Loteng justru menjadikannya sebagai cara kreatif untuk menyalurkan hobi para pecinta kecepatan sekaligus menekan fenomena balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto mengatakan ajang ini sengaja dibuat terbuka bagi generasi muda yang memiliki bakat dan kegemaran berlari agar bisa menyalurkannya di jalur yang positif.
“Kegiatan ini untuk mengakomodasi hobi dan kreativitas adik-adik kita dalam olahraga lari. Kita kumpulkan mereka di sini untuk mendapatkan prestasi dan penghargaan, sekaligus kita harapkan bisa melahirkan bibit-bibit sprinter dari Lombok Tengah ke depan,” kata Eko saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan, Runramadhan cup juga menjadi bentuk “tantangan” bagi para pelaku balap liar agar menunjukkan kemampuan mereka secara sportif di lintasan resmi.
“Kita juga ingin mengurangi gangguan kamtibmas seperti balap liar di jalanan. Jadi kami tantang para runners yang biasanya balap liar di jalan untuk turun di depan Polres ini dan meraih prestasi,” ujarnya.
Dalam lomba ini panitia membuka beberapa kategori, yakni usia 15–20 tahun, kategori senior usia 20 tahun ke atas, serta kategori khusus perempuan.
Seluruh peserta berkompetisi di nomor sprint 100 meter.
Babak final akan digelar pada Minggu (15/3) pukul 21.00 WITA dan rencananya turut dihadiri jajaran pimpinan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, termasuk Kapolda dan Wakapolda NTB.
Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang.
Untuk kategori senior, juara pertama akan mendapatkan Rp1,5 juta, juara kedua Rp1 juta, dan juara ketiga Rp750 ribu.
Selain itu, para pemenang dari seluruh kategori akan kembali dipertandingkan untuk memperebutkan gelar Juara Umum dengan hadiah Rp2,5 juta.
Menariknya, para juara juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti ajang lari tingkat lebih besar, yakni Kemala Run.
Ajang Run Ramadhan ini mendapat sambutan antusias dari para pelari.
Tercatat sekitar 375 peserta mendaftar, dengan 282 peserta yang hadir dan bertanding.
Mereka datang dari berbagai daerah di NTB seperti Dompu, Lombok Timur, Mataram hingga Sumbawa.
Tak berhenti pada lomba semata, Polres Lombok Tengah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mendorong gaya hidup sehat masyarakat.
Jalur lintasan yang digunakan dalam lomba rencananya akan dijadikan jogging track permanen.
“Garis lintasan ini tidak akan kita hapus. Justru akan kita jadikan jogging track line. Setiap sore masyarakat bisa berlari di sini, bahkan setiap Sabtu dan Minggu jalan ini akan kita tutup untuk kegiatan olahraga,” jelas Eko.
Ia berharap Runmadhan Cup ke depan bisa menjadi agenda rutin tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet lari berprestasi dari Lombok Tengah hingga tingkat nasional.