Sasamboinside.com — Rangkaian perayaan Bau Nyale 2026 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kian matang.
Salah satu agenda bergengsi, Grand Final Pemilihan Putri Mandalika, dipastikan bakal digelar pada 31 Januari 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Kota Praya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, HL Firman Wijaya, mengatakan pemilihan Putri Mandalika menjadi pembuka rangkaian besar Festival Bau Nyale tahun ini yang dikemas lebih meriah dan melibatkan banyak unsur masyarakat.
“Insyaallah grand final Putri Mandalika akan diselenggarakan tanggal 31 Januari pada saat penyelenggaraan Car Free Night,” ujar Firman Wijaya, kemarin.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan Bau Nyale 2026 juga akan diisi dengan Festival Tarung Pepadu Peresean yang dijadwalkan berlangsung di lapangan bola depan Masjid Nurul Bilad.
Ajang budaya khas Sasak tersebut akan digelar selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Februari 2026, dan diikuti pepadu dari seluruh Pulau Lombok.
“Festival tarung pepadu peresean insyaallah akan diselenggarakan dari tanggal 1 sampai 5 Februari dan diikuti pepadu-pepadu se-Pulau Lombok,” jelasnya.
Firman menambahkan, peresean bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal sekaligus daya tarik wisata yang selalu dinantikan pengunjung.
Selanjutnya, kemeriahan Bau Nyale akan dilanjutkan dengan Karnaval Bau Nyale pada 6 Februari 2026 yang berlokasi di kawasan Kuta Mandalika.
Karnaval tersebut akan melibatkan pelajar dari madrasah, MTs di bawah Kementerian Agama, serta siswa SMA/SMK di bawah naungan Dispora Provinsi NTB.
“Rutenya sama dengan yang lalu, cuma kemarin dari barat ke timur. Kalau besok dari timur ke barat dan akan berkeliling memutar,” terangnya.
Firman juga menekankan adanya dukungan besar dari Polres Lombok Tengah yang ikut menyukseskan kegiatan karnaval dengan menghadirkan rider dari komunitas skuter serta berbagai komunitas motor lainnya.
“Yang menarik dari karnaval ini adalah support dan dukungan luar biasa dari Polres Lombok Tengah dengan menghadirkan rider-rider dari komunitas skuter dan komunitas motor lainnya,” katanya.
Untuk semakin memeriahkan suasana, panitia juga menghadirkan hiburan nasional.
Salah satunya adalah Band Geisha yang akan tampil menghibur masyarakat dan wisatawan yang datang ke Mandalika.
Dikatakan Firman, hingga saat ini, progres persiapan rangkaian Bau Nyale disebut sudah mencapai sekitar 80 persen.
“Persiapan sampai hari ini sudah 80 persen,” ungkap Firman.
Sebagai puncak acara, tradisi Bau Nyale tetap dipusatkan di Pantai Seger, Kuta Mandalika, yang akan berlangsung pada 7–8 Februari 2026.
Tradisi menangkap cacing laut ini setiap tahun selalu menjadi magnet wisata yang mendatangkan ribuan pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.
Dengan rangkaian agenda yang padat dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah optimistis Bau Nyale 2026 akan menjadi momentum strategis untuk mengangkat budaya, pariwisata, serta ekonomi masyarakat Mandalika dan sekitarnya.