Sasamboinside.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencatat adanya penurunan jumlah penerima bantuan pangan pemerintah pada periode Oktober–November 2025.
Penurunan ini dinilai sebagai indikator membaiknya kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Asisten II Sekretariat Daerah Lombok Tengah, H Lendek Jayadi, mengatakan jumlah penerima manfaat bantuan beras dan minyak goreng pada periode tersebut tercatat 116.428 orang, atau berkurang 674 orang dibandingkan periode Juni–Juli yang mencapai 117.102 penerima.
“Ada penurunan di enam kecamatan, yakni Janapria, Jonggat, Praya, Praya Barat Daya, Praya Tengah, dan Pujut,” ujar Lendek pada wartawan.
Dari enam wilayah tersebut, tiga kecamatan mencatat penurunan tertinggi.
Kecamatan Jonggat berkurang 357 orang, Kecamatan Praya Tengah berkurang 322 orang, dan kecamatan Pujut berkurang 272 orang.
Menurut Lendek, perubahan jumlah penerima itu merupakan hasil pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluarkan Kementerian Sosial.
Berdasarkan data tersebut, Bulog akan menyalurkan bantuan pada 24–28 Oktober 2025.
Selama periode penyaluran, setiap penerima manfaat akan mendapatkan 20 kilogram beras, dan 4 liter minyak goreng.
“Komposisinya tetap sama seperti sebelumnya, yakni per bulan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng,” kata Lendek.
Penurunan jumlah penerima bantuan diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.
Hal tersebut mengacu pada laporan Dinas Sosial NTB, yang menyebut dua daerah mengalami perbaikan ekonomi signifikan, yaitu Lombok Tengah dan Kota Mataram.
“Data ini menunjukkan adanya kenaikan kondisi ekonomi sebagian masyarakat,” ujar Lendek.
Mekanisme penyaluran bantuan tetap mengikuti pola yang sudah berjalan, yakni masyarakat mengambil bantuan di kantor desa masing-masing dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan.