Sasamboinside.com – Viral sebuah video yang memperlihatkan aspal di ruas jalan Pengembur–Mawun mudah terkelupas memicu perhatian publik.
Dalam video yang diunggah akun Facebook paul fadila, tampak lapisan aspal bisa dicongkel dengan jari tangan.
Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa proyek pengaspalan dilakukan secara asal-asalan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian, menegaskan bahwa penilaian kualitas aspal tidak bisa hanya berdasarkan tampilan visual atau potongan video di lapangan.
“Biasanya aspal itu membutuhkan waktu satu bulan untuk mencapai kekuatan maksimal,” jelasnya kepada wartawan, Senin 17 November 2025.
Rahadian juga menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah material yang digunakan sudah sesuai spesifikasi atau tidak sebelum dilakukan pengujian resmi di laboratorium.
Uji tersebut rencananya akan dilakukan di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) maupun Laboratorium Universitas Mataram.
“Yang bisa memastikan itu adalah uji laboratorium. Jadi kami saja belum berani mengatakan speknya sudah bagus atau kurang sebelum ada hasil uji lab,” tegasnya.
Jika nantinya terbukti kualitas material tidak standar, rekanan pelaksana akan dipanggil dan wajib memperbaiki kerusakan selama masa pemeliharaan, yakni enam bulan setelah proyek selesai.
Sementara itu, progres pengerjaan ruas Pengembur–Mawun saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen.
Pekerjaan tinggal menunggu penyelesaian rabat bahu jalan.
Dari total panjang 11 kilometer, hanya sepertiga yang dikerjakan pada tahap ini.
“Kita mengerjakan enam segmen sesuai keinginan masyarakat yang meminta seluruh bagian dilapis,” ujar Rahadian.
Pemerintah daerah memastikan proses pengujian material akan dilakukan secara transparan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan guna menjawab kekhawatiran publik terkait kualitas proyek tersebut.