Sasamboinside.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan masuk dalam lima besar kabupaten/kota kreatif di Indonesia tahun 2025.
Target ini menjadi langkah strategis Pemkab Lombok Tengah untuk mengangkat potensi daerah sekaligus membuka peluang bisa tampil di ajang pemilihan Kabupaten/Kota Kreatif UNESCO.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang ESDM/Kreatif Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Imam Ardika, yang menyebut bahwa Lombok Tengah kini tengah bersaing dengan 41 kabupaten/kota lainnya dari seluruh Indonesia.
“Kami menargetkan Lombok Tengah bisa menembus lima besar kabupaten/kota kreatif di Indonesia. Kalau bisa masuk lima besar, otomatis kita akan menjadi wakil Indonesia di ajang Kota Kreatif UNESCO,” ujar Lalu Imam Ardika disela-sela acara Car Free Night di Praya, Sabtu, 8 November 2025.
Menurut Lalu Imam, Lombok Tengah memiliki dua sektor kreatif unggulan yang menjadi daya tarik utama dalam penilaian kali ini, yakni Car Free Night dan pergelaran peresean malam.
Kedua kegiatan tersebut dinilai merepresentasikan kekuatan budaya dan inovasi lokal yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Dikatakannya, Car Free Night di Lombok Tengah selama ini menjadi ruang bagi para pelaku UMKM, seniman, dan komunitas kreatif untuk menampilkan karya serta menjual produk lokal.
Sementara pergelaran peresean malam, yang merupakan warisan budaya Sasak, berhasil dikemas dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
“Kreativitas masyarakat kita sangat luar biasa. Car Free Night bukan hanya hiburan, tapi juga etalase ekonomi kreatif Lombok Tengah. Begitu juga dengan peresean malam, yang kini menjadi ikon budaya khas kita,” tambah Lalu Imam.
Dijelaskan Lalu Imam, proses penilaian kota kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI telah berlangsung sejak awal November dan akan berakhir pada 14 November 2025 mendatang.
Dalam proses tersebut, katanya, tim penilai akan meninjau berbagai aspek, mulai dari ekosistem kreatif, dukungan pemerintah daerah, keberlanjutan program, hingga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sendiri telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, profil kegiatan, serta bukti-bukti konkret pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya.
Imam Ardika menegaskan, pihaknya terus melakukan pendampingan dan kolaborasi lintas sektor agar potensi lokal bisa ditampilkan secara maksimal.
“Kami optimistis Lombok Tengah bisa bersaing dengan daerah lain. Semua elemen, baik pemerintah, komunitas, maupun pelaku usaha, punya semangat yang sama untuk membawa daerah ini dikenal dunia melalui kreativitas,” ujarnya.
Lombok Tengah selama ini dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di Nusa Tenggara Barat.
Selain memiliki kawasan Mandalika yang menjadi destinasi super prioritas nasional, daerah ini juga kaya akan budaya, kuliner, dan komunitas kreatif yang terus tumbuh.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Lombok Tengah berharap bisa menorehkan prestasi sebagai kota kreatif unggulan nasional.
“Kami berharap hasil penilaian nanti membawa kabar baik. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Lombok Tengah, tapi juga untuk seluruh masyarakat NTB,” tutup Lalu Imam Ardika penuh harap.