Sasamboinside.com – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) akan mempersiapkan pelatihan untuk para marshal menjelang ajang balap mobil GT World Challenge Asia yang akan digelar pada 9-11 Mei 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama MGPA, Satria Priandhi, pada Minggu 13 April 2025.
“Menjalankan balap ini kan ada perangkatnya, ya. Ada bendera, LED, digital flag, marshal, dan lain-lain. Ini semua akan kita lakukan training satu minggu sebelum balapan,” ujar Satria.
Pelatihan ini dinilai penting karena karakteristik balapan mobil berbeda dari balap motor yang sebelumnya lebih sering digelar di Sirkuit Mandalika.
“Kalau motor jatuh, orangnya pisah dari motornya. Kalau mobil, pengemudinya tetap ada di dalam, jadi penanganannya beda. Apalagi kalau mobilnya terbakar, siapa yang duluan masuk? Marshal, dokter, atau Basarnas?” jelasnya.
Dalam pelatihan nanti, MGPA akan melakukan simulasi menyeluruh bersama berbagai pihak terkait. Di antaranya Basarnas Mataram, Dinas Kesehatan, RSUD, IMI, hingga marshal berpengalaman dari Sepang, Malaysia.
“Ini supaya nggak salah ya, karena ngangkat mobil itu nggak semudah motor. Kalau motor cukup dua orang, pakai trailer. Mobil pakai crane, pas diangkat bisa muter-muter. Jadi kita latihan bareng semua pihak satu minggu sebelum event,” tambahnya.
Selain persiapan teknis, MGPA juga mulai mempersiapkan aspek kenyamanan penonton. Grandstand A akan dibuka dengan sistem tiket berbayar seharga Rp50.000.
Tiket ini mencakup akses menonton langsung dari tribun, parkir di belakang area tribun, serta jaminan keamanan dan kenyamanan.
“Grandstand A ini kita pilih karena letaknya strategis dan dekat dengan lintasan. Mobil-mobil yang tampil pun bukan sembarangan, ada Ferrari, Lamborghini, dan lainnya. Akan ada juga sesi track inspection,” ungkap Satria.
Meski tidak menetapkan target jumlah penonton, MGPA berharap ajang ini membawa dampak ekonomi positif bagi Lombok dan NTB.
Malam sebelum balapan dimulai, rencananya akan diadakan welcoming dinner bersama Gubernur NTB yang akan mempresentasikan potensi Mandalika di hadapan para tamu dan investor.
“Kita tidak fokus pada jumlah penonton, tapi bagaimana event ini bisa berjalan sukses dan memberi dampak ekonomi untuk daerah,” tutupnya.