Kasus SMAN 1 Pringgarata akan Dilaporkan ke Gubernur NTB

LOMBOK TENGAH, sasamboinside.com – Dewan Pembina Forum Media Online Lombok Tengah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar segera mengambil langkah kongkrit terhadap kasus pencemaran nama baik terhadap media suaralomboknews.com yang diduga dilakukan Kepala SMAN 1 Pringgarata.

Selain itu, wartawan senior tersebut juga menekankan pihak SMAN 1 Pringgarata segera meminta maaf secara terbuka melalui media massa.

Jika ini tidak digubris atau dianggap remeh temeh oleh Kadisbud maupun pihak sekolah, pihaknya akan menemui Gubernur untuk mengadukan persoalan ini.

Ia mengancam akan mengajak wartawan se NTB menemui Gubernur agar persoalan ini segera mendapatkan atensi.

Dikatakan Amrillah, tindakan tegas dari Dinas Dikbud NTB sangat penting dilakukan, karena bagaimana pun juga tudingan hoax melalui akun resmi SMAN 1 Pringgarata tersebut sangat merugikan perusahaan media suaralomboknews.com.

Bukan saja ke media suaralomboknews.com saja, termasuk juga wartawan lainnya, akan sangat merasakan dampak negatif dari tudingan ngawur tersebut.

“Kami tidak akan main main. Kalau dalam waktu 24 jam tidak ada tindakan nyata dari Dikbud maupun sekolah, kami terpaksa minta kejelasan di Gubernur,” kata Amrillah di Praya, Jumat (22/11/24).

Lebih lanjut ia menjelaskan, tudingan yang dilontarkan pihak SMAN 1 Pringgarata tersebut seolah olah mendiskreditkan bahwa wartawan didalam melakukan kegiatan liputan atau membuat karya jurnalistik dilakukan secara serampangan tanpa dilandasi oleh kode etik.

Padahal, kata Amrillah, setiap produk berita yang dihasilkan oleh wartawan sudah sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Didalam melakukan kegiatan liputan, seorang wartawan dibekali oleh buku saku yang tersimpan di otak dan pikirannya, yakni kode etik.

Disamping itu, untuk memperkuat profesionalitas wartawan, mereka diuji melalui uji kompetensi, sehingga tidak mungkin membuat dan memproduksi berita hoax.

“Berita hoax adalah musuh wartawan profesional,” tegasnya.

Pihaknya pun mengaku telah membaca produk berita yang dibuat oleh wartawan suaralomboknews.com.

Dan pihaknya memastikan tidak ada yang salah dalam pemberitaan tersebut, karena chek and balancing sudah dilakukan.

“Tidak ada yang salah dengan beritanya. Yang jelas kami ingin persoalan ini ada ditindak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *