Berita

Warga Bersenjata Tajam Diamankan Saat Land Clearing di Tanjung Aan

Sasamboinside.com – Suasana tegang mewarnai proses pengosongan lahan atau land clearing di Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (15/7).
Insiden memanas ketika salah seorang warga kedapatan membawa senjata tajam saat tim dari pihak Vanguard mulai merobohkan pagar warung di kawasan tersebut.
Peristiwa bermula saat tim pengosongan lahan merobohkan pagar Warung Aloha. Pemilik warung menunjukkan ketidakpuasan dan mencoba menghalangi petugas.
Dalam ketegangan itu, warga tersebut kedapatan membawa senjata tajam yang terselip di pinggang belakangnya.
Melihat situasi yang berpotensi membahayakan, aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi dengan sigap mengamankan warga tersebut.
Setelah berhasil diamankan, warga tersebut langsung digelandang ke Mapolres Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, yang turut memantau langsung proses pengosongan lahan, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa senjata tajam yang dibawa warga tersebut diakui untuk memotong kelapa.
“Tadi diamankan bawa senjata tajam, tapi sudah kami tanyakan tadi hanya untuk potong kelapa senjatanya,” jelas Kapolres.
Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap mengambil tindakan pengamanan demi menjaga kondusivitas di lokasi.
“Kita amankan untuk keamanan bersama,” imbuhnya.
Disisi lain, Kapolres mengungkapkan bahwa pengamanan proses land clearing ini melibatkan sekitar 700 personel gabungan. Rinciannya, 600 personel berasal dari gabungan Polri, TNI, Satpol PP, dan BKD, sementara 100 personel lainnya dari ITDC.
“Personel yang kita libatkan 600, dari personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP, BKD, kemudian 100 orang dari ITDC jadi 700 orang ada di sini untuk mengawal kegiatan pengamanan. 600 pengamanan dan 100 orang melakukan kegiatan pengosongan,” papar AKBP Eko Yusmiarto.

Proses pengosongan lahan di Tanjung Aan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Hingga siang hari, Kapolres memastikan kegiatan berjalan lancar meskipun sempat ada penolakan dari warga. Pihak kepolisian menegaskan bahwa waktu dan sosialisasi terkait pengosongan lahan ini telah diberikan jauh-jauh hari sebelumnya.
“Tidak ada penolakan, tadi sempat hearing dengan beberapa masyarakat. Intinya minta waktu, tapi kami sampaikan bahwa waktu sudah diberikan sebelumnya jadi hari ini kita sudah langsung action untuk melakukan pengosongan,” tegas Kapolres.
Sejauh ini, AKBP Eko Yusmiarto menyatakan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan land clearing. “Tidak ada kendala, kita koordinasi dengan baik,” tutupnya.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Kapolres Eko Yusmiarto Imbau Wisatawan Waspada di Pantai Aan Saat Libur Lebaran Ketupat

Sasamboinside.com - Kepolisian Resor Lombok Tengah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat libur Lebaran Ketupat…

9 jam ago

Jaga Pesona Tanjung Aan, Kapolda NTB Edy Murbowo Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Sasamboinside.com – Kapolda NTB Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB menggelar aksi gotong…

9 jam ago

Balap GT3 Dunia Hadir di Mandalika 1–3 Mei 2026, Penonton Bisa Ikut Pit Walk hingga Grid Walk

Sasamboinside.com – GT World Challenge Asia 2026 kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada…

15 jam ago

Wabup Nursiah Turun Langsung Bantu Anak Penderita Hidrosefalus di Desa Kawo

Sasamboinside.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan.…

16 jam ago

94 Desa di Kabupaten Lombok Tengah Sudah Terima Dana Desa, 48 Belum Cair

Sasamboinside.com – Penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Lombok Tengah hingga triwulan I (Januari–Maret) 2026…

16 jam ago

NTB Tuan Rumah Penyelenggaraan REVIEWS, Forum Ilmiah Nasional Para Dokter Spesialis Mata 2026

Sasamboinside.com - Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Regional V Integrated Eye Workshop…

21 jam ago