Berita

Pengosongan Lahan Tanjung Aan Berjalan Aman, 700 Personel Gabungan Dikerahkan

Sasamboinside.com – Proses land clearing atau pengosongan lahan di kawasan Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dilaporkan berjalan aman dan lancar.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, pada Selasa (15/7/2025).
Menurut Kapolres, tidak ada kendala berarti selama kegiatan pengosongan lahan berlangsung.
“Tidak ada kendala, kita koordinasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengosongan lahan ini melibatkan total 700 personel gabungan.
“Personel yang kita libatkan 600 dari personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP, BKD, kemudian 100 orang dari ITDC. Jadi 700 orang ada di sini untuk mengawal kegiatan pengamanan. 600 pengamanan dan 100 orang melakukan kegiatan pengosongan,” jelas AKBP Eko Yusmiarto.

Dikatakan, kegiatan pengosongan lahan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan, dimulai hari ini. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga area, yaitu tengah, timur, dan barat.
“Alhamdulillah sampai siang hari ini berjalan lancar,” imbuhnya.
Meskipun sempat ada permohonan waktu dari beberapa masyarakat yang melakukan hearing, Kapolres menegaskan bahwa pengosongan harus dilakukan hari ini.
“Intinya minta waktu tapi kami sampaikan bahwa waktu sudah diberikan sebelumnya jadi hari ini kita sudah langsung action untuk melakukan pengosongan,” tegasnya.
AKBP Eko Yusmiarto menekankan bahwa kegiatan pengosongan lahan ini dilakukan berdasarkan dasar yang jelas dan bertujuan untuk mensukseskan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang merupakan prioritas Presiden.

“Hari ini area harus bersih, kita melakukan kegiatan pengosongan sampai 3 hari ke depan. Kita melakukan pengosongan lahan yang sudah jelas dasarnya, kita untuk mensukseskan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika prioritas presiden untuk kawal di sini,” tuturnya.
Dalam kegiatan ini, ITDC juga menyiapkan tiga alat berat. Pihak kepolisian, lanjut Kapolres, hanya bertugas mengawal agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang melawan hukum.
“Di sini kita hanya mengawal kegiatan masyarakat, jangan sampai masyarakat melawan kegiatan yang melawan hukum,” pungkasnya.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Tiket MotoGP Mandalika untuk Warga NTB Ludes 100 Persen

Sasamboinside.com - Antusiasme warga Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut MotoGP Mandalika 2026 semakin terlihat. Tiket…

4 jam ago

Dapat Nomor 1, Muh. Yakub Kuswara: Semangat Baru untuk Pengadang

Sasamboinside.com – Suasana Balai Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sempat…

21 jam ago

Detik-detik Bom Meledak di Parkiran Sirkuit Mandalika

Sasamboinside.com — Suara ledakan bom mengagetkan suasana di area parkir Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok…

22 jam ago

Jelang MotoGP Mandalika, ITDC dan Polda NTB Gelar Simulasi Pengamanan

Sasamboinside.com – Menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026, PT…

23 jam ago

Korban Dugaan Pencabulan Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah Bertambah

Sasamboinside.com – Korban dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh eks pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat…

1 hari ago

PDAM Loteng Pastikan Air Bersih Aman Selama MotoGP Mandalika

Sasamboinside com - Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan pasokan air…

1 hari ago