HUKRIM

Tekanan Ekonomi Picu Lonjakan Kejahatan di Lombok Tengah

Sasamboinside.com – Faktor ekonomi disebut menjadi salah satu latar belakang utama meningkatnya angka kejahatan di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.
Sepanjang 2025, tren kriminalitas tercatat naik dibandingkan tahun sebelumnya, seiring tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat.
Data Polres Lombok Tengah menunjukkan jumlah tindak pidana pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 12 persen.
Pada 2024 tercatat 258 kasus, sementara pada 2025 meningkat menjadi 286 kasus.
“Tren kejahatan di tahun 2024 dibandingkan tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 12 persen. Jadi, total kejahatan yang terjadi di Polres Lombok Tengah meningkat 12 persen dengan angka 258 di tahun 2024, naik 12 persen menjadi 286 di tahun 2025,” ujar Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., Selasa, 30 Desember 2025.
Menurut Kapolres, kenaikan ini didominasi oleh kejahatan konvensional yang berkaitan langsung dengan persoalan ekonomi.
Meski angka kejahatan meningkat, kinerja penegakan hukum justru menunjukkan tren positif.
Penyelesaian perkara turut mengalami peningkatan signifikan.
Dijelaskannya, pada tahun 2024, sebanyak 278 perkara berhasil diselesaikan, sedangkan di tahun 2025 jumlah penyelesaian perkara melonjak menjadi 375 perkara, dengan tingkat penyelesaian mencapai 80 persen.
“Untuk penyelesaian perkara juga meningkat. Jadi, tidak hanya kejahatan yang meningkat, tetapi dengan kerja keras rekan-rekan dari penyidik Reskrim dan Satnarkoba meningkat penyelesaian perkara menjadi 80 persen, tadinya 278 perkara berhasil diselesaikan di tahun 2024 mengalami peningkatan jumlah penyelesaian perkara menjadi 375 perkara yang mampu diselesaikan oleh rekan-rekan penyidik, baik di tingkat jajaran Polsek maupun di Polres Lombok Tengah,” ungkap Kapolres.
Capaian tersebut, tambah Kapolres, menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia penyidik, baik dari sisi profesionalisme, integritas, maupun semangat kerja.
Lebih jauh dikatakan Kapolres, tidak hanya perkara konvensional yang ditangani, sejumlah kasus lex spesialis, termasuk tindak pidana narkoba, juga berhasil diungkap oleh Satresnarkoba Polres Lombok Tengah.
Menurut Kapolres, kasus yang paling dominan sepanjang 2025 masih didominasi kejahatan konvensional.
Kasus penganiayaan tercatat sebanyak 110 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 95 kasus, serta penipuan sebanyak 63 kasus.
Berdasarkan hasil analisis kepolisian, tingginya angka kejahatan tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan tekanan ekonomi masyarakat yang mendorong pelaku melakukan tindak pidana.
“Berdasarkan hasil analisa banyak karena faktor ekonomi ataupun tekanan-tekanan ekonomi yang membuat menjadi latar belakang pelaku melakukan kejahatan tersebut,” pungkas Kapolres Lombok Tengah.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Jelang MotoGP Mandalika, ITDC dan Polda NTB Gelar Simulasi Pengamanan

Sasamboinside.com – Menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026, PT…

9 menit ago

Korban Dugaan Pencabulan Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah Bertambah

Sasamboinside.com – Korban dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh eks pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat…

3 jam ago

PDAM Loteng Pastikan Air Bersih Aman Selama MotoGP Mandalika

Sasamboinside com - Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan pasokan air…

11 jam ago

Giant Helmet Ramaikan Bundaran HI Jelang MotoGP Mandalika

Sasamboinside.com - Semangat menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 semakin terasa di tengah masyarakat.…

13 jam ago

Samara Lombok Borong 2 Penghargaan Bergengsi di Indonesia Real Estate Awards 2026

Sasamboinside.com — Resort terpadu Samara Lombok tampil sebagai salah satu pemenang utama dalam gelaran Indonesia…

1 hari ago

Vanili NTB Tembus AS, Kemiri Menyusul ke Jepang: Komoditas Desa Mulai Mendunia

Sasamboinside.com - Komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memperluas jejaknya di pasar global. Ekspor…

3 hari ago