Pastikan Pangan Aman, DPR RI Sidak Pasar Renteng Lombok Tengah

Sasamboinside.com – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H yang tinggal beberapa hari lagi, dua anggota Komisi IX DPR RI, Haji Muazzim Akbar (Fraksi PAN, NTB I) dan Nurhadi (Fraksi NasDem, Jatim IV), tak tinggal diam.

Mereka turun langsung ke Pasar Renteng dan Pos Pantau Pasar Pangan Segar Aman (Pas Aman) Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah pada Kamis ini, (27/2/25).

Misi mereka yakni memastikan stok pangan aman, harga sembako terkendali, dan masyarakat bisa berpuasa dengan tenang.

Dalam kunjungan kerja ini, Komisi IX DPR RI didampingi oleh Dinas Ketahanan Pangan Loteng, Dinas Perindag Loteng, Badan POM NTB, BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan.

Haji Muazzim Akbar, yang memimpin kunjungan kerja ini, menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.

“Hari ini kita turun memastikan peredaran makanan aman, lancar, dan harga sembako normal. Jelang dan selama puasa, barang kebutuhan pokok harus terpenuhi, harganya tak boleh melonjak, dan kualitasnya harus baik, segar, serta aman untuk dikonsumsi,” ujarnya dengan nada tegas di sela-sela kunjungan.

Tak sekadar bicara, rombongan Komisi IX yang didampingi Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan POM NTB, BPJS Kesehatan, hingga Dinas Kesehatan, blusukan langsung berinteraksi dengan pedagang dan pembeli.

Dari obrolan santai hingga pengecekan harga, mereka menggali informasi terkini yang nantinya akan dibahas lebih lanjut di Gedung Senayan.

“Alhamdulillah, hasil kunjungan hari ini menunjukkan semua harga barang masih normal,” tambah Muazzim dengan senyum lega.

Kunjungan ini bukan cuma seremoni. Pasar Renteng, salah satu pasar tradisional sentral di Lombok Tengah, menjadi barometer stabilitas pangan di wilayah NTB.

Dengan Ramadhan di depan mata, lonjakan permintaan sembako sering kali memicu kenaikan harga atau bahkan peredaran barang kadaluarsa.

“Kami ingin pastikan masyarakat bisa fokus ibadah tanpa khawatir soal stok atau kualitas pangan,” lanjutnya.

Agenda Komisi IX di NTB sendiri masih berlanjut hingga 1 Maret 2025.

Selain Pasar Renteng, mereka juga dijadwalkan meninjau sejumlah titik strategis lain untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi bulan puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *