Sasamboinside.com – Mandalika International Festival (MIF) akan kembali hadir pada tahun 2025, menandai penyelenggaraan kedua kalinya.
Kali ini, festival yang mengusung tema budaya dan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut difokuskan di Kota Mataram.
Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Dr. Ali Muhtasom, A.Md., MM., CHCM., CHE, mengungkapkan bahwa MIF pertama kali digagas sebagai bagian dari kegiatan praktik mahasiswa Poltekpar Lombok Tengah di bawah kepemimpinan Sirajudin sebagai Event Director.
“MIF pertama adalah embrio dari praktik mahasiswa. Penyelenggaraan kedua, yang masih digelar di kampus, menunjukkan potensi besar untuk dipasarkan sebagai event yang dapat dinikmati khalayak luas,” ujar Dr. Ali di Praya, Selasa, 25 Maret 2025.
Namun, ia menilai pola pengelolaan oleh mahasiswa dengan anggaran praktik saja tidak cukup untuk mengembangkan MIF lebih jauh.
“Ketika masih bertahan dengan pola itu, ya praktik saja, tidak bisa berkembang,” tambahnya.
Untuk itu, muncul inisiatif kolaborasi dengan berbagai asosiasi di NTB.
“Ini peluang besar. Saya selaku Direktur memberikan kelonggaran untuk hal itu, asalkan mahasiswa Poltekpar tetap terlibat agar bisa belajar melalui proses MIF,” jelas Dr. Ali.
Ia menambahkan bahwa MIF ke depannya akan dikelola secara profesional dan komersial, tidak lagi bergantung pada anggaran Poltekpar.
“Mungkin ada sponsor, dan penonton bisa dipungut biaya. Lokasinya pun bisa di mana saja,” katanya.
Menurut Dr. Ali, sesuai kalender event NTB, Mataram menjadi lokasi ideal untuk MIF 2025.
Namun, pihak Mandalika sebelumnya telah meminta dukungan lokasi.
“Kami tetap mendukung dengan melibatkan mahasiswa, karena anggaran Poltekpar sudah tidak ada. Anggaran akan datang dari kolaborasi dengan asosiasi dan pihak lain,” tegasnya.
Ia menegaskan komitmen Poltekpar untuk terus bekerja sama dengan MIF, dengan fokus pada promosi budaya NTB.
“Idealnya, kita bicara budaya NTB. Pihak lain yang hadir cukup meramaikan, karena ini Mandalika International Festival,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M Saleh, menyebut MIF sebagai event strategis dengan multi-dampak.
“Pertama, untuk pembelajaran mahasiswa. Kedua, memperkenalkan destinasi pariwisata NTB. Ketiga, mempromosikan budaya Lombok dan NTB agar lebih dikenal wisatawan,” ungkapnya.
Menurut Sahlan, MIF mendukung visi Gubernur NTB untuk menjadikan pariwisata daerah ini mendunia.
“Semakin banyak event nasional bertaraf internasional, semakin baik,” tambahnya.
Sahlan berharap MIF 2025 di Mataram dapat menjadi momentum untuk memajukan destinasi wisata NTB secara global.
“Namanya saja Mandalika International Festival. Harapannya, kita semua bergerak bersama agar pariwisata NTB benar-benar mendunia,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan Poltekpar dan berbagai industri telah berjalan sejak awal MIF digagas.
“Kami, baik BPPD maupun industri lain, tetap berkolaborasi mendukung program Poltekpar dan MIF,” pungkasnya.
Dengan fokus di Mataram pada 2025, MIF diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dan jalan tol, serta memberlakukan diskon…
Rokan Hulu - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III salah satu entitas dari…
Dalam semangat menghadirkan perjalanan mudik yang tidak hanya aman tetapi juga menenangkan, PT Kereta Api…
Pasar aset kripto menunjukkan penguatan signifikan, di mana Bitcoin ($BTC) dan sejumlah aset kripto utama…
Masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional…
JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menandai perjalanan tiga tahun sebagai strategic active…