Peristiwa

Maen Jaran: Ajang Silaturahmi, Simbol Kerja Keras, Status sosial dan Akar budaya masyarakat Samawa

Sasamboinside.com – Pulau Sumbawa merupakan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Sumbawa sendiri didiami oleh dua suku utama, yakni Suku Samawa yang mendiami Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, dan Suku Mbojo yang mendiami Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Seperti halnya suku Sasak di pulau Lombok yang terkenal dengan tradisi Peresean sebagai simbol ketangkasan para pemudanya, masyarakat Samawa di Sumbawa dan Mbojo di Bima juga memiliki tradisi unik sebagai ajang serupa bagi para pemuda dalam meraih status sosial tinggi di masyarakat, yaitu Maen Jaran (Sumbawa) atau Pacoa Jara (Bima). Keduanya sama sama berarti pacuan Kuda.

Maen Jaran bagi masyarakat Sumbawa lebih daripada sekedar olah raga berkuda. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari hari masyarakat Sumbawa dan telah menjadi sebuah tradisi turun temurun selama berabad abad.

Kedekatan masyarakat Sumbawa dengan Kuda telah berlangsung sejak zaman kerajaan sebagai sarana transportasi, berburu dan bahkan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Maen Jaran biasanya diadakan pada saat musim tanam tiba, di mana semua kuda terbaik dari seluruh penjuru pulau di kumpulkan dan para pemuda atau Joki dipersiapkan untuk beradu kecepatan dalam menunggangi kuda kuda tersebut.

Kuda-kuda yang dilibatkan dalam kegiatan ini tidak boleh sembarangan. Semuanya harus merupakan kuda asli Sumbawa.

Salah satu ciri khas yang menarik dari Maen Jaran adalah adanya pelantunan Lawas (pantun khas Sumbawa) yang disebut ngumang.

Ngumang sendiri merupakan sesumbar kemenangan untuk menyemangati para Joki dan menghibur penonton yang hadir.

Maen Jaran merupakan bagian dari budaya dan telah menjadi identitas masyarakat Sumbawa yang harus di jaga kelestariannya.

Kegiatan ini menyimpan nilai-nilai falsafah tinggi bagi masyarakat Samawa dalam mengajarkan para pemuda tentang pentingnya sebuah kerja keras untuk mencapai sebuah tujuan mulia.

Pemerintah Nusa Tenggara Barat melalui ajang Gubernur Cup berusaha memperkenalkan olah raga pacuan kuda ini kepada dunia dengan menjadikan Maen Jaran sebagai salah satu Side Event utama dari event internasional MXGP Indonesia 2023.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya pada saat pembukaan event Gubernur Cup mengatakan bahwa Pacuan Kuda merupakan salah satu warisan budaya dan tradisi di NTB.

Ia mengatakan, penyelenggaraan ajang Pacuan Kuda setiap tahun merupakan ajang silaturrahmi untuk mempererat persahabatan dan salah satu cara yang tepat untuk membangun semangat kebersamaan dalam menjaga warisan kekayaan budaya bangsa agar terus lestari dan diminati oleh tiap generasi.

Senada dengan pendapat Gubernur, Ketua BPPD NTB, Baiq Ika Wahyu Wardhani yang turut menghadiri final race Maen Jaran mengatakan, Maen Jaran merupakan salah satu akar budaya masyarakat Samawa yang harus dijaga kelestariannya dengan cara memperkenalkannya kepada masyarakat luas, dan Ajang Gubernur Cup ini adalah cara yang tepat.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan Gubernur Cup – Maen Jaran atau Pacuan Kuda di NTB, khususnya di Sumbawa bisa menjadi event besar Internasional sekelas Melbourne Cup di Australia,” kata Baiq Ika.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

200 Marshal Lokal Siap Sukseskan GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika

Sasamboinside.com – Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026…

3 jam ago

Pelaku Curas Modus Minta Diantar di Lombok Tengah Diringkus Polisi

Sasamboinside.com – Sat Reskrim Polres Lombok Tengah bersama Polsek Praya berhasil mengungkap kasus tindak pidana…

4 jam ago

KAI Bandara Catat Mencapai 250 Ribu Penumpang KA Srilelawangsa Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

KAI Bandara mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Srilelawangsa selama periode Angkutan Lebaran pada…

6 jam ago

Panduan Memesan Banner Ukuran Khusus dan Die Cut di Supplier X Banner

Jenis bentuk die cut dan contoh aplikasinya Die cut memungkinkan banner keluar dari bentuk persegi…

6 jam ago

Keadilan Dipertanyakan! Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Ungkap Dugaan Proses Hukum Janggal

Sasamboinside.com - Tiga terdakwa kasus dugaan gratifikasi di lingkungan DPRD Provinsi NTB, yakni Hamdan Kasim,…

19 jam ago

Harmony Reunion: Pertemuan Halal Bihalal di May Star Signature

Dalam semangat kebersamaan setelah perayaan Idul Fitri, May Star Signature dengan bangga mempersembahkan Harmony Reunion,…

1 hari ago