Logis Merasa Janggal Sekda dan Ketua DPRD NTB Kompak Sebut DAK Aman
Sasamboinside.com – Lombok Global Institute (Logis) mempertanyakan pernyataan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda yang menyebut proyek DAK Dikbud NTB baik-baik saja atau tidak bermasalah.
Padahal belum lama ini Polresta Mataram menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kabid SMK Dikbud NTB terkait dugaan korupsi DAK.
Bahkan, pemberitaan sehari-hari menyebut DAK Dikbud NTB banyak masalah mulai dari orang yang diduga suruhan mantan Pj Gubernur NTB (kini Sekda) menggerus proyek-proyek DAK hingga dugaan jual beli proyek DAK.
“Ini janggal sekali Sekda NTB dan Ketua DPRD NTB kompak menyebut DAK tidak ada masalah,” kata Direktur Logis, M. Fihiruddin, Selasa, 14 Januari 2025.
Fihiruddin menduga ada dugaan “main mata” antara eksekutif dan legislatif dalam proyek DAK.
“Saya patut menduga ada dugaan main mata antara eksekutif dan legislatif. Kok bisa statement mereka sama, sementara di luar berseliweran berita DAK yang aneh-aneh,” ujarnya.
Fihiruddin juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) menelusuri dugaan adanya aliran dana dari PT Titik Temu ke Lalu Gita Ariadi semasa menjabat Pj Gubernur NTB.
“APH juga harus menelusuri dugaan aliran dana PT Titik Temu ke Lalu Gita Ariadi yang saat itu menjabat Pj Gubernur NTB,” ungkapnya.
Sebagaimana informasi, kasus DAK Dikbud NTB mencuat pasca OTT oleh kepolisian. Banyak pihak telah diminta keterangan, termasuk Kadis Dikbud NTB yang telah diperiksa selama lima jam.
PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May…
Memperingati 38 tahun perjalanan transformasinya, Lintasarta, menegaskan peran sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan…
Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah…
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Stanley Nathanael Wijaya, mahasiswa Computer Science dari…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu (6/5) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan,…
Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi berekspansi ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026…