Berita

Kontroversi Musorkab KONI Loteng: MSQ Terpilih Kembali, Legitimasi Dipertanyakan

Sasamboinside.com – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah yang digelar pada Selasa (25/3/2025) di De Balen Soultan Hotel menetapkan Muhamad Samsul Qomar kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Lombok Tengah periode 2025-2029.

Namun, pelaksanaan Musorkab tandingan ini menuai polemik dan memicu kontroversi di kalangan insan olahraga setempat.

Salah satu sorotan utama adalah absennya perwakilan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serta KONI NTB sebagai tamu undangan.

Ketidakhadiran ini memunculkan tanda tanya besar terkait legitimasi dan pengakuan terhadap Musorkab tersebut.

Selain itu, keberadaan sejumlah cabang olahraga (cabor) yang diduga siluman sebagai peserta turut memperkeruh situasi.

Berdasarkan absensi resmi, hanya 10 dari total 39 cabor anggota resmi KONI Lombok Tengah yang hadir dalam Musorkab tersebut.

Cabor yang tercatat hadir meliputi PORDASI, PERTINA, Bola Takraw, Drumband, Perkemi, Perbakin, KABADDI, TRIATHLON, dan PESTI. Namun, keabsahan beberapa peserta dipertanyakan.

PORDASI, misalnya, dipastikan bukan anggota resmi KONI Lombok Tengah, sementara KABADDI tercatat di bawah naungan KORMI.

Kehadiran Erwin dan Abdul sebagai perwakilan PELTI juga tidak mendapat mandat resmi dari pengurus PELTI Lombok Tengah, dan M. Derip dari Perbakin tidak terdaftar sebagai pengurus cabor tersebut.

Muhamad Samsul Qomar atau MSQ dihadapan awak media mengklaim mendapat dukungan dari 21 cabor, meski data absensi resmi hanya mencatat 10 cabor yang hadir.

Dalam klarifikasinya, Qomar menyatakan, “Jadi 21 cabor ada yang ketua, ada yang perwakilan. Sudah kuorum untuk Musorkab karena syaratnya 50 persen plus 1. Menurut AD/ART, jika tidak kuorum maka diperpanjang 60 menit, dan jika tetap tidak kuorum, dinyatakan sah.”

Namun, berdasarkan AD/ART KONI, dengan total 39 cabor anggota, syarat kuorum minimal adalah 26 cabor, sehingga keabsahan Musorkab ini kembali dipertanyakan.

Tidak adanya kehadiran resmi dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi sorotan tersendiri.

Padahal, kehadiran Dispora dianggap penting sebagai bentuk legitimasi, mengingat peran KONI dan Dispora yang saling bersinergi dalam pembinaan atlet dan prestasi olahraga.

Ketika ditanya soal absennya pejabat pemerintah, MSQ menjawab, “Kehadiran Pemprov maupun Pemkab tidak diatur dalam AD/ART. Mau hadir Alhamdulillah, mau tidak juga tidak masalah. Tapi Forkopimda sudah hadir semua.”

MSQ juga menyebut bahwa kehadiran pemerintah tidak menjadi prioritas baginya.

“Tugas KONI membantu pemerintah di bidang prestasi olahraga. Yang penting ke depan adalah intervensi dana,” ujarnya.

Namun, ketidakhadiran KONI NTB sebagai induk organisasi turut memperkuat keraguan terhadap Musorkab ini.

Sekretaris KONI NTB, M. Nur Haedin, terlihat hadir di lokasi, tetapi tidak memasuki arena Musorkab.

Qomar mengklarifikasi bahwa Nur Haedin tidak masuk karena “merasa tidak enak” dengan peserta yang telah menunggu lama.

Sementara itu, informasi lain menyebutkan kehadiran Nur Haedin di Lombok Tengah pada hari itu terkait agenda berbeda di Poltekpar Lombok, bukan untuk Musorkab.

Selain itu, dari pantauan di acara menunjukkan bahwa peserta dan tamu undangan Musorkab tandingan didominasi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Pedatu Lombok Tengah, LSM Sasaka Nusantara, Li-Tipikor, KTI, KNPI Lombok Tengah, dan Himasta, alih-alih perwakilan cabor resmi.

Sementara itu, pada hari yang sama, 37 dari 39 cabor anggota KONI Lombok Tengah justru menghadiri acara buka puasa bersama dan syukuran atas terpilihnya H. Lalu Firman Wijaya sebagai Ketua KONI Lombok Tengah periode 2025-2029 di Lesehan Telu-Telu, Praya.

Acara ini mendapat dukungan kuat dari mayoritas cabor, unsur pemerintah, dan KONI NTB, sehingga memperkuat legitimasi kepemimpinan ketua umum KONI Loteng Lalu Firman Wijaya versi Musorkab 20 Maret.

Dikesempatan itu, Lalu Firman Wijaya menyatakan komitmennya untuk memajukan olahraga di Lombok Tengah.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Kita akan bekerja sama demi kemajuan olahraga daerah dengan menjunjung sportivitas dan profesionalisme,” katanya.

Sukarman Kana sekertaris federasi akuatik Lombok Tengah menambahkan, “Dukungan mayoritas cabor dan unsur pemerintah menegaskan bahwa Musorkab yang diklaim Qomar tidak mendapat legitimasi kuat di kalangan insan olahraga.”

Dengan kondisi ini, para pengurus cabor berharap dinamika kepemimpinan KONI Lombok Tengah segera berakhir agar fokus dapat kembali diarahkan pada pengembangan olahraga.

Ia mengungkapkan, kepemimpinan Lalu Firman Wijaya, yang didukung mayoritas cabor dan stakeholder, diharapkan membawa arah baru bagi prestasi olahraga daerah.

“Masyarakat olahraga kini menanti langkah konkret dari KONI di bawah H. Lalu Firman Wijaya untuk membawa olahraga Lombok Tengah ke level yang lebih baik,” tutup Sukarman.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Dukung Kelancaran Perjalanan Lebaran 2026, Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Skema Diskon Tarif Tol 30 Persen

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dan jalan tol, serta memberlakukan diskon…

2 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rokan Hulu lewat Program TJSL PTPN IV Regional III

Rokan Hulu - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III salah satu entitas dari…

2 jam ago

Dukung Mudik Sehat 2026, Divre III Palembang Sediakan Layanan Kesehatan Gratis dan Poskesrikkes Siaga

Dalam semangat menghadirkan perjalanan mudik yang tidak hanya aman tetapi juga menenangkan, PT Kereta Api…

4 jam ago

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah

Pasar aset kripto menunjukkan penguatan signifikan, di mana Bitcoin ($BTC) dan sejumlah aset kripto utama…

4 jam ago

Sinergi KAI, DJKA, dan BTP Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Hari Libur Idul Fitri 1447 H

Masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional…

4 jam ago

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menandai perjalanan tiga tahun sebagai strategic active…

4 jam ago