Berita

Ketua BPW PAI NTB Tuding Ada “Pesanan” di Balik Pernyataan Soal Tujuh Organisasi Advokat

Sasamboinside.com – Ketua Badan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Advocaten Indonesia (BPW PAI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhanan SH., MH., menuding adanya “pesanan” di balik pernyataan Hilman Soecipto, S.Sos., S.H., M.H., yang mengaku sebagai Kepala Satuan Tugas Penerangan Administrasi Badan Hukum RI.
Hilman sebelumnya menyebut hanya tujuh organisasi advokat (OA) yang diakui pemerintah dan berwenang menjalankan amanat UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Muhanan menilai klaim tersebut menyesatkan dan tidak berdasar, sebab hingga kini belum ada keputusan resmi pemerintah yang membatasi keberadaan organisasi advokat hanya pada tujuh lembaga tertentu.
“Saya menduga pernyataan itu pesanan dari oknum organisasi advokat tertentu. Karena faktanya, saat ini organisasi advokat di Indonesia jumlahnya bisa mencapai sekitar 50 lebih OA,” tegas Muhanan, Selasa (11/11/25).
Muhanan mengingat kembali pengalaman saat dirinya menghadiri diskusi dan silaturahmi advokat yang digelar Komisi Yudisial Republik Indonesia pada 12 Desember 2019 lalu.
Acara itu dihadiri lebih dari 30-an organisasi advokat se-Indonesia dan sejumlah tokoh penting seperti Ketua KY Dr. Jaja Ahmad Jayus, SH., M.Hum., hakim agung Prof. Dr. Topane Gayus, serta advokat senior Dr. Frans Hendra Winarta, SH., MH., Dr. Ahmad Yani, SH., MH., M. Ismak, SH., MH., Taufik Basari, SH., M.Hum., LL.M., Ali Nurdin, SH., ST., MH., dan Mohamad Assegaf, SH.
Menurut Muhanan, dalam forum itu sebagian besar organisasi advokat sepakat menganut sistem multibar, yakni pengakuan terhadap banyak organisasi advokat, meskipun ada satu organisasi yang mengusulkan sistem single bar atau tunggal.
“Sampai hari ini belum ada keputusan final apakah akan menganut sistem multibar atau single bar. Jadi pernyataan Hilman itu tidak berdasar dan justru menimbulkan kegaduhan di kalangan advokat,” ujarnya.
Muhanan pun meminta pihak berwenang menelusuri siapa yang berada di balik pernyataan Hilman Soecipto.
“Orang ini bikin gaduh di kalangan advokat. Siapa sebenarnya dia, dan siapa yang memesan dia untuk membuat pernyataan seperti itu? Ini harus dipertanyakan,” tandasnya.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Satpol PP Lombok Tengah Gerebek 14 Pelajar yang Bolos Sekolah di Tempat PS

Sasamboinside.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah menjaring 14 pelajar yang…

2 jam ago

Ahmad Syamsul Hadi Jadikan Batunyala dan Jurang Jaler Proyek Percontohan Reses Bersama BPD

Sasamboinside.com – Desa Batunyala dan Jurang Jaler di Kecamatan Praya Tengah menjadi proyek percontohan kolaborasi…

12 jam ago

Reses di Kopang, Dewan Ferdi Tampung Beragam Aspirasi Warga

Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur jalan dan ancaman luapan sungai saat musim hujan masih menjadi perhatian…

1 hari ago

Wakil Ketua DPRD Loteng, Uhibbussa’adi Serap Aspirasi Warga Desa Bujak

Sasamboinside.com – Persoalan air bersih dan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan masyarakat…

1 hari ago

Belum Dilantik, Kades Terpilih Kelebuh Sudah Titip Aspirasi Pembangunan ke DPRD

Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Kelebuh,…

1 hari ago

Reses Dewan Maulidi Jadi Ajang Curhat Masyarakat

Sasamboinside.com — Suasana reses anggota DPRD Lombok Tengah, Maulidi, di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut,…

1 hari ago