Berita

ITDC Bantah Rusak Mangrove di Tanjung Aan

Sasamboinside.com – Isu reklamasi yang dituding merusak ekosistem mangrove di kawasan Tanjung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) belakangan ini ramai diberitakan di beberapa media online.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas berdasarkan data serta tata ruang yang valid.
Dalam keterangan resminya kepada media, Troy menjelaskan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan peta zonasi internal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, area mangrove yang menjadi sorotan publik tidak berada di zona Pantai Tanjung Aan.
“Area mangrove yang dimaksud justru berada di zona timur KEK Mandalika menuju Gerupuk,” terang Warokka, Jumat (18/7/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zona tersebut telah ditetapkan sebagai Non-Developable Area sesuai dengan masterplan dan rencana zonasi kawasan.
“Zona tersebut merupakan kawasan konservasi pesisir yang tidak dialokasikan untuk fungsi pembangunan komersial,” paparnya.
Alih-alih untuk pembangunan komersial, Troy mengungkapkan bahwa kawasan tersebut justru tengah dikembangkan secara bertahap sebagai taman tematik berbasis konservasi dan edukasi lingkungan.
Hal ini sejalan dengan implementasi prinsip InJourney Go Green dan pembangunan pariwisata berkelanjutan yang diusung oleh ITDC.
Mengenai foto atau dokumentasi yang beredar di media dan menjadi dasar asumsi adanya reklamasi, Troy dengan tegas meluruskan.
Ia menyebutkan bahwa gambar-gambar tersebut merupakan bagian dari pembukaan akses jalan proyek MUTIP pada tahun 2021.
ITDC juga menekankan bahwa seluruh proses pengembangan kawasan di KEK Mandalika dilaksanakan berdasarkan kerangka perizinan lingkungan yang sah, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan prinsip-prinsip mitigasi dampak ekologis.
“Oleh karena itu, setiap pembangunan di KEK Mandalika dirancang secara holistik, tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya sebagai prasyarat utama mewujudkan kawasan wisata bertaraf internasional yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tutup Troy.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) resmi bergabung sebagai co-host untuk Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Hal ini…

3 jam ago

FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA

FLOQ dan ISMAYA berkolaborasi, pengguna FLOQ kini dapat menikmati diskon hingga 10% di berbagai outlet…

4 jam ago

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kapolres Loteng Gelar Tes Urine Dadakan Seluruh Anggota

Sasamboinside.com - Sebanyak 1.121 anggota Kepolisian Resor Lombok Tengah menjalani tes urine secara mendadak/dadakan sebagai…

7 jam ago

Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Dusun Sawo, Desa Kalimango Sumbawa

Sasamboinside.com – PT Bank NTB Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan…

7 jam ago

Sejumlah Prodi BINUS Tembus QS World Rankings by Subject 2026

BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by…

7 jam ago

Panduan Lengkap Cara Memesan Banner Online di Supplier X Banner

Persiapan sebelum memesan: ukuran, bahan, dan tujuan Sebelum memesan banner melalui supplier x banner online pastikan Anda…

9 jam ago