Sasamboinside.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah, Hermandi, melaksanakan agenda reses masa persidangan kesatu tahun 2026/2027.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing.
Dalam agenda reses tersebut, Hermandi menyambangi sejumlah titik di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
Beberapa lokasi yang telah dikunjungi, yakni Dusun Lengkok Bunut, Dusun Tiwubuak, kelompok wanita Kelurahan Jontlak, Dusun Praibat Desa Jurang Jaler, serta Dusun Pinggal Bedok Desa Jurang Jaler.
Kegiatan reses itu dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan beragam aspirasi, terutama berkaitan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur lingkungan, fasilitas sosial, hingga peningkatan kualitas hunian warga.
Sejumlah usulan yang mencuat di antaranya penataan lingkungan permukiman, pembangunan rabat jalan, pemasangan batu sikat dan paving block, pengadaan terop, warung lesehan (warles), bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), serta penataan halaman masjid.
Berbagai usulan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Penataan lingkungan, misalnya, dinilai penting untuk menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata, nyaman, dan mendukung aktivitas warga.
Pembangunan rabat jalan, pemasangan paving block, maupun batu sikat menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan masyarakat.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas akses lingkungan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain infrastruktur jalan dan lingkungan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan terhadap fasilitas pendukung kegiatan sosial.
Pengadaan terop menjadi salah satu aspirasi yang muncul dalam pertemuan tersebut.
Fasilitas itu dinilai dapat menunjang berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan hingga acara yang melibatkan banyak warga.
Dengan tersedianya fasilitas yang memadai, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan berbagai kegiatan secara lebih mudah dan efisien.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan kebutuhan pengembangan warung lesehan atau warles.
Usulan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas yang dapat mendukung kegiatan ekonomi dan aktivitas sosial di lingkungan setempat.
Sementara itu, persoalan rumah tidak layak huni juga menjadi perhatian dalam penyampaian aspirasi masyarakat.
Warga berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan hunian lebih layak.
Kebutuhan tersebut dinilai penting karena rumah tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di sisi lain, penataan halaman masjid turut menjadi salah satu usulan yang disampaikan dalam kegiatan reses.
Penataan fasilitas tempat ibadah diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan maupun aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan masjid.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hermandi mengatakan bahwa seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Politisi Partai Gelora itu menegaskan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
Menurut dia, berbagai persoalan yang disampaikan warga perlu menjadi perhatian bersama, sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Ini menjadi masukan bagi kami untuk nanti bisa diperjuangkan dalam rapat bersama pemerintah daerah,” kata Hermandi.
Ia menjelaskan, aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan reses akan menjadi bahan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, terutama terkait program pembangunan yang dapat diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Hermandi berharap, melalui penyampaian aspirasi secara langsung, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat memperoleh perhatian dan solusi yang tepat.
Ia juga menilai, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui agenda reses masa persidangan kesatu tahun 2026/2027 tersebut, Hermandi berharap aspirasi yang telah disampaikan warga di Lengkok Bunut, Tiwubuak, Kelurahan Jontlak, Dusun Praibat, dan Dusun Pinggal Bedok dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Lombok Tengah ke depan.
Berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat itu selanjutnya akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD bersama pemerintah daerah, dengan harapan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas pembangunan.













Tidak ada Respon