Sasamboinside.com – Persoalan infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejumlah kebutuhan tersebut mengemuka saat anggota DPRD Lombok Tengah, L. Abdusahid, menggelar Reses I Masa Sidang 2026-2027 di desa setempat, Jumat malam.
Menariknya, kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat itu turut dihadiri Kepala Desa Kelebuh terpilih, Mastah, SH.
Kehadirannya menjadi momentum untuk menyampaikan langsung sejumlah persoalan pembangunan desa yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah melalui wakil rakyat.
Dalam sambutannya, Mastah mengatakan masih banyak kebutuhan mendasar masyarakat Kelebuh yang perlu dibenahi.
Mulai dari perbaikan akses jalan desa, jalan lingkungan, pembangunan rabat jalan, hingga penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Menurut dia, kondisi sejumlah ruas jalan desa yang mengalami kerusakan cukup parah juga membutuhkan penanganan.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan turut menjadi perhatian yang perlu diperjuangkan.
“Masih banyak hal yang harus kita benahi, mulai dari rabat jalan, lampu penerangan jalan hingga jalan desa yang rusak parah. Kita berharap Pak Dewan bisa membantu masyarakat kami,” ungkap Mastah.
Pria yang saat ini masih aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Camat Praya Timur tersebut berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui kebijakan serta penganggaran di tingkat kabupaten.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lombok Tengah, L. Abdusahid, mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangannya di lembaga legislatif.
Meski demikian, dia mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat tidak semua usulan dapat direalisasikan sekaligus.
Karena itu, menurut Abdusahid, diperlukan skala prioritas dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan urgensi setiap program.
“Mungkin skala prioritas karena anggaran terbatas. Namun, saya akan upayakan secara bertahap,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah mengharuskan pemerintah dan anggota DPRD lebih selektif dalam menentukan program pembangunan.
Usulan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan memiliki tingkat urgensi tinggi perlu mendapat perhatian lebih dahulu.
Artinya, tidak semua kebutuhan masyarakat bisa diwujudkan dalam satu tahun anggaran.
Namun, aspirasi yang disampaikan melalui kegiatan reses tetap menjadi catatan untuk diperjuangkan sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Mana yang paling mendasar, itu yang harus diutamakan,” tegasnya.
Di sisi lain, Abdusahid juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Kelebuh yang telah menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) dengan aman, lancar, dan damai.
Dia mengucapkan selamat kepada Mastah yang telah terpilih sebagai kepala desa.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa kontestasi Pilkades telah usai sehingga seluruh elemen masyarakat perlu kembali bersatu untuk membangun desa.
Secara khusus, Abdusahid berpesan agar kepala desa terpilih mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang sebelumnya memiliki pilihan politik berbeda.
“Pilkades sudah selesai. Saatnya kita saling merangkul dan bersama-sama membangun Desa Kelebuh menjadi desa yang lebih baik lagi,” pesannya.
Dalam kegiatan reses tersebut, sejumlah aspirasi warga turut disampaikan.
Di antaranya perbaikan akses jalan desa dan jalan lingkungan, pengadaan tiang listrik untuk PJU, program bedah rumah, hingga dukungan terhadap lembaga pendidikan.
Berbagai usulan itu mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh kualitas hidup dan pelayanan dasar warga.
Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan Kabupaten Lombok Tengah.















Tidak ada Respon